Crying and Sobbing
Desember 1st, 2007 by Rida Rohmawati
:diary
ketika kurasakan cinta telah mati.kubiarkan diriku terhempas.menuai apa yang ingin kugapai.aku hanya ingin bisa tersenyum seperti dulu.menatap matahari tanpa merasa sakit di mataku.dinginnya malam tanpa merasa masuk angin.panasnya siang tanpa merasa gerah.
ikhlas.
ingin kugapai.namun kurasa bumi yang kupijak bukanlah tempatku.aku tidak ingin disini.tanah ini tidak bisa mengasilkan bulir-bulir gandum dalam hatiku.anginnya tak sepoi.
aku membiarkan saja luka semakin membusuk diporiku.aku harap suatu hari ada yang menawariku obat luka.sungguh, meski tak harus mereka yang menyayat kulitku.
terasa begitu sendiri.
maka aku memilih untuk berjalan pelan di sepanjang selokan busuk beberapa meter sebelah timur rumahku.mungkin ‘kan kudapati ikan kecil yang masih bisa bertahan hidup di berjuta polusi yang mencekik-cekik dirinya.lalu ‘kan kutanya dia mengapa dia masih bisa kokoh bertahan.meski sendiri.meski hanya sendiri.tanpa ada siapapun yang bisa memberikan kain kemeja atau kaos oblongnya untuk menampung airmata yang meleleh di pipi.tanpa ada yang ikut berderai-derai ketika kebahaigaan berdesak-desak padanya.
sepertiku, sungguh.
aku begitu angkuh.mestinya aku berjalan sehasta mendekat-Nya.dia paling Bisa menjawab kesendirianku.
Rumah Ysashr, December 30, 2006:5.31 am