Untukmu yang Selalu Ada Dalam Kerinduan 2
November 28th, 2007 by rangga_adhiyasa
I
Sejak kedatanganmu waktu itu
Hari-hari di kelas menjadi berwarna
Cara mengajarmu yang berilmu
Membuatku mengerti apa arti dunia
Sejak kedatanganmu waktu itu
Hari-hariku terasa begitu berbeda
Kharismamu yang amat menyentuh kalbu
Menumbuhkan rasa yang teramat berharga
Dalam setiap untaian kata dari bibirmu yang bermakna
Aku berucap kata menyapa setiap untaiannya ke dalam jiwa
Hingga diriku merasa tenang mendengar melodi suaranya
Dalam desahan angin yang menebarkan dedaunan sekolah
Aku memperhatikan setiap langkah hidupnya yang indah
Hingga hati dan jiwaku tumbuh seperti bunga yang merekah
Apa yang sedang aku rasakan sekarang ini kepadanya?
Sejak dia hadir dan aku dekat dengannya
Ada rasa sayang tertanam yang aku simpan untuknya…
II
Guruku…
Sejak kita pertama kali bertemu
Aku selalu memperhatikanmu
Hingga kedua mataku tak bisa lepas melihat teduhnya wajahmu
Guruku…
Sejak kita menjadi sangat dekat
Aku selalu bercerita tentang hidupku kepadamu
Dan kau pun selalu memberi kata-kata bijak yang membuatku kuat
Guruku…
Binar matamu memancarkan kesejukkan
Kilauan senyummu memberikan kehangatan
Hingga jiwa dan ragaku luluh ketika melihatmu
Guruku…
Kharismamu menebarkan ketenangan dihatiku
Kebijaksanaanmu menorehkan prasasti di jantungku
Hingga aku tak sanggup berkata ”TIDAK” kepadamu
Guruku…
Akankah kau tahu rasa yang tertanam di hatiku?
Ada rasa yang kusimpan untukmu
Rasa yang membuatku teramat menyayangimu
III
Lewat sore yang tenang
Kuberanikan diriku mengungkapkan rasa sayang
Namun waktu itu mentari tak menunjukkan kehangatan
Dan angin yang membelaiku tak menampakkan kesejukan
Daun-daun yang berguguran di belakang kelas
Menggambarkan rasa akan hariku yang tak terbalas
Sepi serasa menusuk jantung hati
Tatkala mendengar jawaban guru yang aku sayangi
Penolakkan itu membuat jiwaku terpana
Bukan karena status ataupun usia
Melainkan dia akan beranjak pergi
Menyusuri ruang yang akan dia terangi
Lewat sore yang tenang
Ku peluk dirinya dengan penuh kasih sayang
Tubuh yang besar dan kekar itu
Wajah putih berkaca mata itu
Tidak akan pernah kulihat lagi
Aku di sini menangis meratapi sepi
IV
Hari-hari berlalu tanpa kehadirannya lagi di sini
Waktu terus berputar mengitari ruangku di bumi
Namun itu tak cukup untuk menghapuskan rasa ini
Hingga dia melekat di dalam memori yang tak bisa pergi
Biarlah kasih aku tanam rasa sayang ini
Walau kau tak pernah membalasku dengan hati
Tapi perasaan ini tak akan pernah mati
Meski aku telah usang dimakan prasasti
Biarlah kasih aku tanam rasa sayang ini
Pada setiap jantung dan langkah hidup yang kau jalani
Di sini… aku sendiri menyebrangi waktu dan hari
Melawan rindu yang tak pernah terobati
Senyuman, gelak tawa, kharisma dan kata-kata bijakmu
Tidak dapat aku lihat dan aku rasakan lagi dihidupku
Rasa sayang ini… Telah aku ukir dalam bait puisi yang kutulis untukmu
Sebab Kau Selalu Ada Dalam Kerinduanku…
SELESAI
Cianjur, 26-27 November 2007