KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

I
Hari ini
Ditempat ini
Aku melewati hari
Bersama hangatnya mentari

Hari ini
Pagi tak lagi sepi
Keramaian ditempat ini kembali terjadi
Sama seperti saat sebelum aku pergi

Sapa, tawa dan canda murid terdengar begitu riang
Hingga ranting dan daun pepohonan ikut berdendang
Guru-guru pun tak ketinggalan meramaikan kebisingan
Mengucapkan pujian untuk mengawali kehidupan

Lonceng sekolah pun berbunyi nyaring
Lalu lalang murid terlihat memasuki lapang
Menunggu datangnya kepala sekolah
Yang akan memberikan ceramah

II
Kini waktu mengajakku untuk belajar
Di depan, guru dengan semangatnya mengajar
Murid-murid dengan serius memperhatikan
Namun ada pula yang tidak menghiraukan

Saat itu pikiranku terbang melayang
Pandanganku jauh menerawang
Dua musim sudah aku belajar disini
Tapi mengapa semua itu tak bermakna lagi?

Guru… Bukan maksudku merendahkanmu
Tapi cara mengajarmu membuatku jenuh
Meski kau tunjukkan semangatmu menyeluruh
Tetap saja aku bosan mendengarkanmu

Guru… Aku tidak mau ketika lulus menjadi tak berarti
Karena cara mengajarmu yang tidak ku pahami
Selama ini bukan kalian sosok yang aku cari
Aku terus menanti dan merindukan sosok guru tanpa tahu dengan pasti…

III 
Pagi mengawali hariku yang tak bermakna
Kusaksikan burung-burung gereja diatas cakrawala
Menari-nari diantara awan di langit utara
Disini… masih kutunggu sosok yang tak kunjung tiba

Kulewati pekarangan sekolah dengan langkah tanpa nyawa
Bunga mawar dan lili masih tumbuh dengan indahnya
Lalu pandanganku berubah arah ke pintu gerbang mengikuti cahaya
Disana ada sosok asing yang datang dengan langkah penuh makna

Aku membaca kehidupan pada setiap langkahnya
Kurasakan ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya
Senyuman manis yang selalu terpahat dibibir tipisnya
Mengingatkanku akan sosok guru yang sempurna

Hidup terasa berwarna ketika aku tahu dia seorang guru yang berbeda
Cara mengajarnya membuat aku betah memperhatikan dirinya
Setiap kata yang dia ucap bagaikan irama lagu yang menentramkan jiwa
Senyum terukir dibibirku, waktu memberikan sosok guru yang nyata dan sempurna

IV
Guru yang aku rindukan… kini ada dalam pandangan mata
Kedatangannya menghapus semua kejenuhanku akan rasa
Sikapnya memberi warna pada setiap kelas yang dia singgahi semua
Semua yang mendengar kata-katanya pasti akan terpana

Guru yang aku rindukan… kini ada dalam waktu yang memutari dunia
Desiran bayumu menghembuskan keharuman seperti bunga
Karenamu hari-hari disekolah menjadi penuh warna dan makna
Karenamu kami memahami apa arti hidup sebenarnya

Guru yang aku rindukan… kini ada dalam setiap suasana
Hatinya selalu terbuka mendengar setiap curahan hati yang terluka
Kata-katanya yang bijaksana selalu membuat murid-murid terkesima
Tiada kata yang terucap selain rasa bangga yang menyibak dalam dada

Guru yang aku rindukan… kini ada dalam setiap hati murid sepanjang masa
Aku teramat mengagumi sosoknya yang begitu bersahaja dan dewasa
Senyuman manis yang selalu terukir dibibir tipis indahnya
Membuatku menyimpan rasa yang tidak biasa…

SELESAI… 

Cianjur, 24-25 November 2007 

One Response to “Untukmu yang Selalu Ada Dalam Kerinduan 1”

  1. on 30 Nov 2007 at 13:24zanel

    ehmm…sebenernya aku bukan termasuk orang sastra yang udah tinggi levelnya.
    tapi yng aku tau waktu baca puisi ini…..aku bisa ngerasain suasana dan kehangatan yang jelas,dan benar2 bersih.aku bisa senyum mengingat sekolahku,padahal kl inget skull biasanya aku rada sumpek
    makasih,y! :D

Tinggalkan Komentar