Untukmu yang Selalu Ada Dalam Kerinduan 1
November 28th, 2007 by rangga_adhiyasa
I
Hari ini
Ditempat ini
Aku melewati hari
Bersama hangatnya mentari
Hari ini
Pagi tak lagi sepi
Keramaian ditempat ini kembali terjadi
Sama seperti saat sebelum aku pergi
Sapa, tawa dan canda murid terdengar begitu riang
Hingga ranting dan daun pepohonan ikut berdendang
Guru-guru pun tak ketinggalan meramaikan kebisingan
Mengucapkan pujian untuk mengawali kehidupan
Lonceng sekolah pun berbunyi nyaring
Lalu lalang murid terlihat memasuki lapang
Menunggu datangnya kepala sekolah
Yang akan memberikan ceramah
II
Kini waktu mengajakku untuk belajar
Di depan, guru dengan semangatnya mengajar
Murid-murid dengan serius memperhatikan
Namun ada pula yang tidak menghiraukan
Saat itu pikiranku terbang melayang
Pandanganku jauh menerawang
Dua musim sudah aku belajar disini
Tapi mengapa semua itu tak bermakna lagi?
Guru… Bukan maksudku merendahkanmu
Tapi cara mengajarmu membuatku jenuh
Meski kau tunjukkan semangatmu menyeluruh
Tetap saja aku bosan mendengarkanmu
Guru… Aku tidak mau ketika lulus menjadi tak berarti
Karena cara mengajarmu yang tidak ku pahami
Selama ini bukan kalian sosok yang aku cari
Aku terus menanti dan merindukan sosok guru tanpa tahu dengan pasti…
III
Pagi mengawali hariku yang tak bermakna
Kusaksikan burung-burung gereja diatas cakrawala
Menari-nari diantara awan di langit utara
Disini… masih kutunggu sosok yang tak kunjung tiba
Kulewati pekarangan sekolah dengan langkah tanpa nyawa
Bunga mawar dan lili masih tumbuh dengan indahnya
Lalu pandanganku berubah arah ke pintu gerbang mengikuti cahaya
Disana ada sosok asing yang datang dengan langkah penuh makna
Aku membaca kehidupan pada setiap langkahnya
Kurasakan ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya
Senyuman manis yang selalu terpahat dibibir tipisnya
Mengingatkanku akan sosok guru yang sempurna
Hidup terasa berwarna ketika aku tahu dia seorang guru yang berbeda
Cara mengajarnya membuat aku betah memperhatikan dirinya
Setiap kata yang dia ucap bagaikan irama lagu yang menentramkan jiwa
Senyum terukir dibibirku, waktu memberikan sosok guru yang nyata dan sempurna
IV
Guru yang aku rindukan… kini ada dalam pandangan mata
Kedatangannya menghapus semua kejenuhanku akan rasa
Sikapnya memberi warna pada setiap kelas yang dia singgahi semua
Semua yang mendengar kata-katanya pasti akan terpana
Guru yang aku rindukan… kini ada dalam waktu yang memutari dunia
Desiran bayumu menghembuskan keharuman seperti bunga
Karenamu hari-hari disekolah menjadi penuh warna dan makna
Karenamu kami memahami apa arti hidup sebenarnya
Guru yang aku rindukan… kini ada dalam setiap suasana
Hatinya selalu terbuka mendengar setiap curahan hati yang terluka
Kata-katanya yang bijaksana selalu membuat murid-murid terkesima
Tiada kata yang terucap selain rasa bangga yang menyibak dalam dada
Guru yang aku rindukan… kini ada dalam setiap hati murid sepanjang masa
Aku teramat mengagumi sosoknya yang begitu bersahaja dan dewasa
Senyuman manis yang selalu terukir dibibir tipis indahnya
Membuatku menyimpan rasa yang tidak biasa…
SELESAI…
Cianjur, 24-25 November 2007
ehmm…sebenernya aku bukan termasuk orang sastra yang udah tinggi levelnya.
tapi yng aku tau waktu baca puisi ini…..aku bisa ngerasain suasana dan kehangatan yang jelas,dan benar2 bersih.aku bisa senyum mengingat sekolahku,padahal kl inget skull biasanya aku rada sumpek
makasih,y!