Luka diatas Luka
November 23rd, 2007 by ika cindriyani
Aku terbangun dari lamunanku
Aku mulai takut merasakannya
Aku mulai gundah memikirkannya
Semua seperti mimpi yang nyata saja
Meski aku tahu itu hanyalah khayalan semata
Khayalan yang mungkin ada benarnya juga
Akhirnya… kenyataan memanggilku
Memaksaku menyelami mimpi itu
Kini aku benar-benar merasakannya
Dan aku tak perlu lagi memikirkkannya
Sepertinya alam sedang melawan
Alam hendak menelanku
Menelanku dan menelan saudara-saudaraku
Aku terhenyak dan sempat heran
Bukannya alam yang membuatku luka
Bukannya alam yang membuatku trauma
Namun lebih pada kenyataan dan logika
Yang meronta menjawab fenomena
Mereka para manusia melukainya
Mereka menghancurkan penopangnya
Membuat goresan diperut bumi
Hingga alam ingin muntah berkali-kali
Aku benci menyaksikan dunia
Kian hari kian tertutupi murka dan digenangi dosa
Aku lelah melihat semua
Terkoyak oleh derita dan terbakar amarah
Tertutupkah telinga manusia?
Hingga tak mampu mengiba pada jerit tangis di sekitarnya
Atau terpejamkah mata manusia?
Setelah melihat saudara-saudaranya terkapar lemah tak berdaya
Aku ingin dunia menelan mereka
Yang acuh tak acuh pada yang didengarnya
Aku ingin dunia membuang mereka
Yang selalu mencari bahagia di atas luka
Semoga saja Tuhan tak bertambah murka
Hingga semuanya harus menderita
Mengecap pahitnya rasa nyata
Meraba tiap robekan luka
Namun… pastinya ada hikmah dibalik peristiwa
Semoga ini kan jadi pelajaran berharga