Satu Sudut di Jakartaku yang Berdebu
November 18th, 2007 by I K
Panasnya menyengat,
Titik-titik hujannya berat
Kemarau mendatangkan penat,
Musim hujan datang,
banjir dibuat…
Itulah Jakarta…
Dengan ragam keresahan yang tak kunjung sirna
Penuh sesak oleh manusia,
Tidak tahu busuk atau mulia,
Karena hilangnya rasa percaya
Asap, debu, sampah, polusi
Tak menyisakan tempat setitik pun
‘tuk menghirup udara bersih,
untuk menyesap air jernih,
‘tuk menyegarkan otak yang letih
Melangkah ke kiri ke kanan
Yang terlihat adalah wajah-wajah penuh perjuangan,
atau wajah-wajah dicengkeram ketakutan akan hari depan
Akibat tekanan kota metropolitan
Yang telah rusak seiring jaman
Jakarta…
Jakartaku…
Beginilah,
Keseharian yang lelah
Bagai penuh dengan dengungan lebah
Dan tetesan keringat yang bagai air bah
Halaman Koran dipenuhi oleh lembaran hitam,
Kejadian-kejadian yang kelam
Tapi pernahkah kau melihat ke dalam…
Jauh ke dalam
Menilik hati kecil kita dan pikiran-pikiran yang terpendam
Sebenarnya,
Itulah zat pewarna
Yang mewarnai setiap lembaran hitam di warta
Dan kehidupan kota Jakarta
Hhh..
Jakartaku..