Jodoh Ga Akan Kemana-mana
November 18th, 2007 by -jhe-
“Aku mau mendampingi dirimu aku mau cintai kekuranganmu selalu bersedia bahagiakanmu apapun terjadi kujanjikan aku adaaaa,” kunyanyikan reff lagu Aku Mau nya Once.
Kulihat jam kecil di sebelah ranjangku, jam sembilan lewat 15. Secepat mungkin kuraih laptopku dan kunyalakan. Lalu aku segera log in di yahoo messenger ku. Langsung saja sebuah online message muncul di layar komputerku.Brown_emo : hi^^ koq telat JChoco_berry : hehe,, sorry sorry abis makan
Brown_emo : makan apa?? Mau doooonk :p
Choco_berry : ksini doonk,, hehe..
Brown_emo : delivery aja gmana?
Choco_berry : boleh aja siih
Choco_berry : tapi …….. 1 meter ongkosnya 100 ribu yaaa
Brown_emo : mahal banget,, nawar donk
Choco_berry : klo 1 meter 99999 gmana?
Choco_berry : ntu uda murah looowh
Brown_emo : hiqqzzBrown_emo : btw, bsoq ada acara?Choco_berry : napee? Kayanya sih kosong
Brown_emo : ktemuan yuuuuqq,,
Choco_berry : boleh siih,, jam?
Brown_emo : jam 11 gmana? Skalian makan siang
Choco_berry : boleh sih
Brown_emo : jam 11 ya,, jangan ngaret loo
Choco_berry : harusnya aku yang bilang gitu,, biasa kan cowo hobinya ngareet
Choco_berry : ya udah,, off dlu ya bubye..
Brown_emo : byeeeeeee
Aku segera sign out dari account ku. Tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu.. Aku luoa menanyakan di mana kami akan bertemu besok,, semoga saja dia masih online. Segera aku sign in lagi di ym. Untungnya dia masih ada.
Choco_berry : heeeeeey
Choco_berry : btw, qta mau ktemuan dmana ya????????
Brown_emo : hehe,, untung kamu inget.. di PS aja gmana?
Choco_berry : boleh sih
Brown_emo : di coffee bean ya?
Choco_berry : boleh,,,
Brown_emo : boleh tau nomer hape? Jadi lebih gampang ketemunya.
Choco_berry : 0817xxxxxx
Brown_emo : 0819xxxxxxxx
Choco_berry : ya uda de,, off ya
Brown_emo : niteeee
Lagi-lagi aku sign out, tak lupa menyimpan nomor hapenya di contact hapeku. Satu bulan belakangan ini memang sudah menjadi kebiasaanku online jam sembilan malam dan chatting dengan cowo yang ber-nickname brown_emo.
Aneh memang, emo itu kan biasanya hitam, kok yang ini coklat. Saat aku menanyakan hal itu padanya, dia bilang ‘abisnya aku suka emo tapi aku gak suka warna hitam, bagusan juga coklat hehe.
Huaahm ngantuk, pikirku. Kuputuskan untuk tidur. Sesaat wajah dino muncul di pikiranku. Ngapain sih dia pake muncul-muncul segala. Aku segera memejamkan mataku, berusaha untuk mengusir bayangannya dan tidur.
Dino adalah mantan pacarku. Kami putus kira-kira 3 bulan lalu, alasannya yaaa karena Mama tidak suka sama Dino. Memang sih, penampilan Dino itu yaaah bisa dibilang ugal-ugalan. Dia suka sekali sesuatu yang berbau punk atau rock.
Itu juga yang membuat aku nyaman chatting dengan brown_emo, soalnya dia mirip Dino. Soalnya sampai sekarang aku masih belum bisa nemuin cowo yang bisa nyantol di hati aku.
Setelah beberapa lama bertempur dengan bayangan wajah Dino, akhirnya aku berhasil tidur dengan sangat pulas. Sambil membayangkan seperti apa wajah brown_emo. Siapa tahu dia mirip dengan Dino.
***
Aku mengedarkan pandanganku ke setiap sudut coffee bean di PS. Pandanganku berhenti pada sosok laki-laki yang kukenal, Dino. Sepertinya dia juga sedang mencari seseorang karena sesekali dia melihat ke arah pintu masuk. Dan bodohnya, aku berdiri tepat di tengah-tengah pintu masuk. Pandangannya juga berhenti saat dia melihat aku.Sepertinya dia ingat padaku, karena dia menghampiriku. Secercah harapan kembali muncul dalam hatiku. Apa mungkin dia juga belum bisa melupakan aku?
“Vita kan?” tanyanya.
“Iya, Dino kan?”
“Masih inget? Hehe. Lagi nyari orang?“
“Iya sih, tapi kayaknya belum datang tuh. Kamu sendiri?“
“Lagi nunggu orang sih, tapi kayaknya belum datang juga. Duduk bareng yuk?“
“Boleh, tapi aku pesen minuman dulu.“
“Kamu duduk aja, aku yang pesenin. Mocca-frapuccino kan?“
“Hehe, inget aja.“Dia berjalan menuju antrian kasir dan tidak berapa lama kemudian, dia kembali membawa segelas mocca-frapuccino untukku.
“Thanks. Kamu nunggu siapa?”tanyaku
“Nunggu temen, tapi belum dateng.Hmm, kamu gimana sekarang? Udah punya pacar?“
“Belum, kamu sendiri?“
“Belum juga, hehe. Aku ke toilet bentar ya?“ katanya.Aku menatap punggungnya sampai tidak kelihatan lagi. Tiba-tiba, hapeku berbunyi. Dari brown_emo, mungkin dia sudah sampai.“Halo,“
“Halo, choco_berry ya?“
“Iya, kenapa?”“
Gimana kalo kita ketemuannya kapan-kapan aja? Aku ketemu mantanku. Aku mau…”
“Oke deh, gapapa kok, lagian juga aku ketemu temenku barusan,” jawabku. “Ooo, sorry ya..” sambungan pun terputus.
Setelah sambungan telepon terputus, Dino berjalan kembali ke tempat duduk kami.
“Sorry lama. Ngomong-ngomong temen kamu belum dateng?”
“Dia ga jadi dateng katanya. Kamu sendiri?temen kamu belum dateng?”
“Dia juga ga jadi dateng. Kok bisa pas gini ya? terus kamu mau kemana donk abis ini?”
“Hehe,, paling juga pulang terus tidur di rumah,”
“Boleh minta nomor hape kamu ga? Biar kita gak lost-contact lagi.”
“Boleh boleh 0817xxxxxx”
“Aku missed call kamu, terus nomorku disimpen ya.”
calling…..
Brown_emo
“Kamuuuu……. Brown_emo?”
“Loh, jangan-jangan kamu choco_berry?”
“Iyaaa,,”
“Hwahahahahahahaha,”tawa kami meledak menyadari kekonyolan yang terjadi.
“Kebetulan banget ya.. hehe.. jalan yuk?” ajak Brown_emo,eh salah deh, Dino.
***
Kami segera bangkit dan berjalan keluar dari coffee bean. Tapi……………..
KRING!! Alarm ku berbunyi nyaring sekali. Aku membuka mataku. Ternyata cuma mimpi, padahal aku udah seneng banget ketemu lagi sama Dino. Masalah Mama urusan nanti deh, hehe.Aku bergegas mandi dan memakai baju yang sudah kusiapkan kemarin. Setelah itu aku ke dapur dan mengambil sebuah roti dan segera pergi ke PS. Kuedarkan pandanganku ke seluruh coffee bean. Pandanganku kembali terhenti pada sesosok laki-laki yang kukenal, Dino. Apa mungkin mimpiku akan menjadi kenyataan?Aku terus berdoa dalam hati, sampai aku melihat Dino sedang berjalan ke arahku.
“Vita kan?” tanyanya. Persis seperti mimpiku.
Tuhan, semoga mimpiku jadi kenyataan…
yah…
begitu doang yah??
kurang seru nih..?!
masa ceritanya gantung begitu..
lanjutin donk??
lho??
jadi nya Dino itu brown_emo bukan???
duuhhh,,jadi penasaraannnn….. hahahahaha
ohh jaid cumngitu yah, to seru sih