Aku Ingin Bercerita Padamu
November 18th, 2007 by dian megawati
Aku ingin bercerita padamu tentang sesuatu yang biasa tapi tak biasa, sesuatu yang kecil tapi dia besar, mungkin seperti awan yang hanya berasal dari sebagian uap keringatmu tapi dia dapat menghijaukan negeri kita dengan air hujannya atau mungkin seperti sebutir pasir pada tanah yang membuat rumahmu tetap berdiri dengan kokohnya.
Hal yang sepele tapi tidak sepele.
Ada beberapa masa aku bosan dengan segala keburukan, dengan segala makian – makian. Tapi, bila tak ada yang buruk bagaimana aku tahu jika yang kukerjakan itu adalah baik, bila tak ada makian bagaimana aku tahu kalau ternyata aku buruk.
Bila tak ada hitam bagaimana kau tahu jika warna yang kau pegang adalah putih.
Yang satu adalah parameter yang lain pun sebaliknya.
Alam adalah segala rasa yang tertuang dari jiwamu hanya saja yang dilukiskannya lebih indah.
Aku, kamu, kita sejatinya hanyalah tanah yang di beri ruh tapi akhirnya akan menjadi tanah lagi, tanah alam.
Lalu tubuhmu yang menjadi tanah akan ditumbuhi pohon dengan daun lebat, satu, dua, tiga daun berubah menjadi coklat lalu kering akhirnya jatuh ke tanah.
Menjadi tanah alam.
Sebelum manusia mati, dia membuat manusia yang lainnya menangis, setelah dia bosan dia membuat semua hewan dan gunung menjerit, memangkas segala pohon tempat hewan – hewan bermain, tempat air membuat rumah.
Setelah semuanya hilang air lalu lari menuruni bukit menebas gang – gang sempit, mengungsi kekanal – kanal, memasuki parit – parit sempit meminta pertolongan pada sampah – sampah untuk diberi ruang, setelah tak ada ruang kosong lagi lalu dia mengungsi kerumahku, rumah kalian, rumah kita semua.
Lalu kita menangis karena air tak memberi ruang pada kaki kita untuk kering. Akhirnya semua manusia menagis, menangisi apa?
Lalu ada yang mau menuntut, menuntut siapa?
Kalian tak usah menagis, kalian tak usah menuntut, airkan hanya menumpang karena rumahnya digusur oleh kalian sendiri, jadi apa salahnya jika air menumpang dirumah kalian.
Kita tak pernah tau jika hidup adalah lingkaran yang kedua ujungnya akan bertemu disatu tempat bila kita tak pernah berjalan menyusurinya. Dan akhirnya kita tahu, bila tak ada yang buruk kita tidak tahu jika yang kita kerjakan itu adalah baik, Tidak ada yang sia – sia semuanya ada bukan dengan tidak sengaja