KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sosok Diriku Sekarang

Kutatap aneh wajahku yang terpampang samar dalam cermin
bening bangsa
Kutilik benar sosokku yang kini terlihat semakin asing
dari penggalan memori
Lama kuterdiam dalam sejuta keheningan
Lama kutertegun dalam kebisuan yang begitu nyata

Kucari sepasang mata bening yang darinya selalu terpancar
tatapan kedamaian
Kucari sepasang bibir indah yang darinya selalu
tersungging senyum ramah nan hangat
Kucari sepasang tangan gemulai yang darinya selalu
berjabat, menyulam dan menambal kain persahabatan

Lama kutertegun melihat sosokku yang sekarang terpampang
nyata dalam cermin bangsa

Mata itu, ya mata bening itu kini telah tergantikan dengan
tatapan bengis penuh permusuhan dan prasangka
Bibir indahku kini telah tergantikan dengan seonggok
daging jelek yang terus menerus mencibir menebar fitnah
dan kebencian
Dan kudapati kini tanganku penuh berlumuran darah dan
menggenggam kuat pedang, senapan dan bom rakitan

Akupun terhentak penuh kesadaran akan sosok yang kini
kulihat semakin terang

Kenapa mataku penuh kebencian disaat aku memuja Isa yang
selalu menebar cinta dan kasih?
Mengapa bibirku terus menerus berteriak-teriak
serang dan bakar bersamaan
dengan pemujaanku terhadap Musa yang tak pernah putus
menyebut Nama Nya?
Dan mengapa tanganku memegang pedang dan senapan, padahal
aku selalu menjunjung tinggi Muhammad yang mengajarkan
damai dan kebenaran?

Akupun malu akan keberadaanku sekarang
Malu akan diriku yang selalu berkata-kata Akulah sang
penegak wahyu
Wahyu yang Tuhan wariskan pada nabi-nabi yang selama ini
aku junjung tinggi
Nabi yang sebenarnya telah lama aku khianati

Tinggalkan Komentar