KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sebuah Pilihan

Hari-hariku terlewati dengan penuh penantian yang tak kunjung tiba akhirnya. Aku menunggu dengan rasa keputus asaan yang tak henti-hentinya. Seakan-akan ingin rasanya aku menjerit dan terus menjerit. Namun itu tidak ada gunanya karena hanya bantal dan guling pun yang mau mendengarkan jeritan hatiku pada saat ini. Bayangan wajahnya selalu hadir di kelopak mataku apabila aku sedang memejamkan mataku. Dalam hatiku pernah berkata apakah dia selalu merindukan aku ataukah sudah lupa dengan keberadaanku dihatinya. Mungkinkah dia masih hidup ataukah sudah tiada aku pun tidak pernah tahu akan kabarnya sampai saat ini. Kasih maukah kau mendengarkan bisikan hatiku ? bahwa sesungguhnya aku merindukan dan mendambakan dirimu ? ungkapkan rasa hatiku ini akan aku curahkan lewat lantunan sebuah lagu :

      Ingin kusenandungkan

      Tentang lagu cinta untukmu

      Lewat kata yang indah

      Seindah syair-syair pujangga

      Lewat angin malam kusampaikan kata hatiku…..

          Demi Tuhan ……. aku mencintamu dengan sebenarnya dengan tanpa syarat

          Demi Tuhan …… aku mencintai pengertianmu yang tanpa keraguan

          Demi Tuhan mencintaimu dengan jujur dengan tanpa tipuan

          Demi Tuhan mencintaimu dengan tulus dengan tanpa persyaratan

          Aku mencintai jiwamu tanpa berharap

          Aku mencintai keberadaan dengan tanpa tuntutan

          Aku …..  mencintaimu

Begitulah bait demi bait aku lantunkan dengan penuh perasaan sampai-sampai tidak sadarkan diri aku menitikan air mata. Bukan sekali aku menitikan air mata melainkan sudah berkali – kali aku pun menangis memikirkan akan nasibku ini. Aku tidak tahu sampai kapankah kesendirian aku berakhir. Terkenang akan kehadiran dia  pertama kali mengisi hari-hariku yang indah yaitu pada tahun 1998 tepatnya bulan Oktober dia mengungkapkan akan pergi jauh dan akan kembali untuk diriku, namun sudah dua tahun ini dia tidak kunjung tiba dihadapanku. Aku teringat apa yang dia ucapkan pada saat itu :

”Nar, aku akan pergi jauh maukah kau menunggu aku kembali ?” katanya

”Kakak mau pergi kemana ?” Tanyaku

”Aku mau pergi menjalankan tugasku yang tidak bisa ku tolak.” Sahutnya

”Emangnya kak Franki mau ditugaskan dimana ?” Tanyaku dengan rasa ingin tahu

”Rencananya aku mau ditugaskan di Singapore.” Sahutnya

”Kapan keberangkatan kakak ke Singapore ?” tanyaku

”Mungkin dalam waktu dekat ini, dan aku sebenarnya berat meninggalkan dirimu Yunar karena kamu adalah wanita yang aku dambakan dan benar-benar aku sayangi tak ada duanya dihatiku selain dirimu.” Katanya

”Aku tak tahu seandainya kamu tidak ada di dekatku apakah aku akan merasa senang atau tidak, sebab tanpa kehadiranmu seakan-akan diri ini terasa mati.” Lanjutnya

”Masa sih, jangan membuat aku gede rasa loh.” Kataku

”Benar kok, aku mengungkapkan hal tersebut dari hatiku yang paling dalam tanpa paksaan.”Sahutnya

”Kakak sungguh-sungguh suka sama aku ataukah hanya sekedar merayu dan menghibur hatiku saja.” Kataku dengan penuh keraguan

”Sungguh, buat apa aku bohong sama kamu.” Sahutnya

”Oh ya, kalo memang kakak benar-benar menginginkan diriku akupun bersedia menunggu  sampai kakak selesai menjalankan tugas kakak di Singapore.” Kataku

”Terima kasih ya Nar, aku  sangat berharap sekali akan dirimu dan aku pun tak ingin kehilangan dirimu.” Katanya

”Insya Allah, kalo Allah mengijinkan kita bersatu pasti kita pun akan bersatu semua itu ada di tanganNya.” Kataku

”Ya mudah-mudahan Allah mengabulkan keinginkan kita.” Katanya

”Kalo begitu marilah kita mengikrarkan janji kita kepadaNya.” Katanya kembali

”Baiklah kak.” Sahutku

Kami berduapun mengikrarkan janji tersebut dalam hati kami masing-masing yang mana aku tidak tahu apa yang dia ikrarkan. Kalo aku memohon mudah-mudahan kita berdua di persatukan oleh Allah SWT dalam suka dan duka kalo perlu sehidup semati. Sesudah kami mengikrarkan janji kami lalu dia pun berkata kembali :

”Bagaimana, apa yang kamu ucapkan dalam hati.” Tanyanya

”Tentu tentang kita dong.” Kataku

”Maksud kamu agar kita dapat bersatu.” Katanya

”Jelas itu yang aku harapkan.” Sahutku

”Sama halnya denganmu, aku pun demikian.” Katanya

”Sungguhkah itu ?” Tanyaku dengan penuh rasa berharap

”Sungguh, apakah kau meragukan diriku ?” Tanyanya

”Tidak, aku takkan pernah meragukan akan kesungguhan hatimu.’Jawabku

”Terimakasih ya Nar, akupun akan segera kembali untukmu.” Katanya

”Kalo begitu aku pamit, jangan lupa tunggu aku.” Lanjutnya sambil memeluk diriku dengan rasa sedih

Aku menganggukkan kepala dan tak terasa air mata  jatuh membasahi pipiku. Berat rasanya berpisah darinya. Dia pun berlalu meninggalkan diriku demi menjalankan tugasnya.  Dalam kesendirianku ini aku berusaha menghibur diriku dengan memperbanyak kegiatanku antara lain aku mengikuti jenjang sarjana. Aku mencoba untuk mengisi kekosongan hatiku dengan kegiatan yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan. Antara lain mengikuti kuliah tambahan atau kursus-kursus yang berhubungan dengan perkuliahan yang aku ambil. Menjelang malam aku terkadang sering teringat akan dirinya dan rasa-rasanya aku rindu. Karena sangat lelahnya diriku akupun tertidur, di dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan seorang pria yang tidak pernah aku kenal sebelumnya. Pria tersebut tersenyum padaku. Senyuman pria tersebut benar-benar menghangatkan diriku yang sedang dirundung kesedihan. Pria tersebut benar-benar membuat kesedihanku seakan-akan terhibur. Sikapnya yang sopan dan lembut itu membuat aku penasaran akan dirinya.

Keesokan harinya aku melanjutkan aktivitasku seperti biasanya, pagi aku bekerja dan sore pun aku kuliah. Di dalam perkuliahan Bahasa Inggris I tanpa aku sadari di sebelah bangku dimana aku duduk ada sesosok pria yang pernah hadir di dalam mimpiku. Aku terdiam dan terpesona menatapnya dan aku penasaran siapa gerangan dirinya. Tiba-tiba saja dia mengulurkan tangannya kepadaku dan berkata :

”Hai, boleh kenalan enggak ? Katanya

”Boleh saja.” Sahutku dengan acuh tak acuh

”Nama saya Yusbar, nama kamu siapa ?” Tanyanya

”Nama saya Yunar.” Jawabku

”Kamu baru ya masuk di kampus ini.” Tanyanya dengan penuh perhatian

”Enggak kok, saya masuk di kampus ini pada semester satu tahun 1999.” Jawabku

”Eh…. bukannya kamu yang baru masuk ke kampus ini, karena saya baru lihat kamu di semester dua ini.” Lanjutku

”Memang benar sih, saya masuk di kampus ini semester dua dan saya pindahan dari Jayabaya”. Katanya

”Oh………………...pantasan saya baru lihat.” Kataku sambil tersenyum

”Bolehkah aku meminjam buku catatanmu.” Tanyaku

”Boleh, tapi tulisanku jelek dan mungkin kamu enggak bisa membacanya.” Katanya

”Siapa bilang tulisan kamu jelek, nyatanya akupun bisa membacanya dan mengerti akan tulisanmu.” Sahutku

”Baiklah aku pinjamkan buku catatanku ini.” Katanya dengan pasrah

”Terimakasih.” Jawabku

”Terimakasih kembali.” Sahutnya

”Sesudah matakuliah bahasa Inggris kamu ada kuliah apalagi ?” Tanyanya

”Aku ada kuliah manajemen pemasaran.” Sahutku

”Kalo kamu ada kuliah lagi atau tidak ?” Tanyaku

”Aku juga sama seperti kamu masih ada kuliah lagi yaitu manajemen pemasaran.” Sahutnya

”Oh …….. ya kalo begitu kita sama dong kelasnya.” Kataku dengan penuh rasa bahagia

”Iya…. dan aku boleh duduk di sebelah kamu lagi kan ?” Tanyanya

”Tentu dengan senang hati.” Jawabku tanpa sadar

”Terimakasih.” Katanya

” Terimakasih untuk apa ?” Tanyaku

”Terimakasih kalo kamu memperbolehkan aku duduk di sampingmu.” Katanya

”Oh… begitu.” Sahutku

Setelah pelajaran bahasa Inggris selesai kami pun pindah ruangan untuk melanjutkan kuliah berikutnya yaitu kuliah manajemen pemasaran. Kuliah tersebut berlangsung selama 2 (dua) jam lamanya yaitu dari jam 19.00 s/d 21.00 WIB. Kami berdua duduk bersebelahan bagaikan sepasang merpati yang saling mengikat janji. Malam itu berjalan dengan penuh keakraban hingga sampai perkuliahanpun selesai kamipun beranjak pulang menuju rumah masing-masing. Sesampainya di rumah akupun merebahkan diriku sambil membayangkan tentang pertemuanku dengan pria yang pernah hadir di dalam mimpiku lama kelamaan matakupun terpejam.

Suatu pagi yang cerah  akupun merasa sangat segar. Udara pagi ini benar-benar menyejukan tubuh. Hari-harikupun semakin cerah. Aku menjalani hari-hari itu dengan penuh bersemangat yang menyala-nyala dan betapa bahagia sekali hidupku. Kenangan yang lalu bersama dengan kak Franki sempat aku lupakan, kini hari-hariku hanya dipenuhi keceriaanku dengan Yusbar sahabat baruku. Kenapa ya, bila berada dekat dengan Yusbar hatiku selalu bergetar, apakah ada suatu perasaan yang mengganjal di hatiku untuk saat ini? dan bagaimana dengan perasaanku terhadap kak Franki?Apakah aku salah bila  menduakannya?Oh…..sungguh tak setia diriku, percuma saja aku mengungkapkan ikrar itu bersama dengan dirinya. Tetapi bagaimana ya? Aku tidak bisa membohongi perasaaan diriku sendiri bahwa aku sekarang telah mencintai pria lain. Hari inipun di kampus aku bertemu lagi dengan Yusbar, dan dia pun menyapaku :

”Hai Nar, sendirian biasanya kamu bersama Nita ?

”Iya nih, dia belum datang mungkin dalam perjalanan

”Oh……., eh ngomong-ngomong ada tugas gak untuk matakuliah ini

”Kayaknya gak ada tuh

”Benar nih Nar, aku takut tiba-tiba ada tugas dan aku belum mengerjakannya karena minggu lalu kan aku gak masuk

”Setahu aku sih gak ada, masalahnya kan aku masuk terus

”Oh ya, jelas aja kamu masuk terus karena kamu rajin sih

”Habis kalo gak rajin kan ketinggalan materinya dan aku masih gak bisa mengikutinya dong

”Benar juga ya Nar.

”Iya dong. Makanya kamu juga harus rajin biar tidak ketinggalan materi

”Oke deh, demi kamu aku akan menjalaninya

”Masa demi aku, apa hubungannya dengan kamu?

”Masa kamu gak tahu sih

”Mengenai apa ya ?

”Kamu benar-benar gak tahu

”Tentang apa? Aku benar-benar gak tahu kok!

”Kamu tahu atau tidak ?

”Mau dong, coba katakan

”Aku sebenarnya menyukaimu dari pertama kali kita bertemu

Deg-degan jantungku rasanya kepengin copot mendengar ungkapnya padaku. Dan kemudian dia berkata kembali :

”Hai  Nar, kenapa kamu bengong

”Oh……. gak, enggak apa-apa kok

”Gimana ? apakah kamu juga merasakan hal yang sama seperti diriku

”Maksud kamu ?

”Kamu juga menyukai diriku

”Hm…… gimana ya, aku tidak tahu tuh

”Jawab dong Nar, jangan diam saja. Apa kamu sudah ada yang punya ?

”Kalo menurut kamu gimana, apakah aku udah ada yang punya atau belum ?

”Aku rasa sih kayaknya kamu sudah ada yang punya

”Iya begitulah. Sebenarnya aku sudah ada yang punya tetapi belum ada ikatan yang resmi diantara kita. Memang kita sudah saling mengikrarkan janji tetapi kita belum terikat. Dan diapun berjanji katanya akan kembali untukku sesudah menjalankan tugasnya

”Oh…. begitu, tapi apakah aku tidak boleh menyukai dirimu Nar?

”Itu terserah denganmu dan kamupun berhak atas itu akupun tidak dapat melarangmu

”Kalo seandainya aku kamu jadikan orang keduapun aku tidak masalah Nar.

”Ah… yang benar saja Yus, kamu itu tampan dan simpatik masa kamu tidak bisa cari yang lain, maksud aku cari wanita yang cantik tidak seperti diriku.

”Aku tidak mencari wanita dari segi fisik saja Nar, melainkan yang aku cari adalah kepribadian dari wanita tersebut yang jelas-jelas aku dapat pada dirimu

”Ah.. masa, apa kelebihan pada diriku coba kalo aku boleh tahu?

”Kamu itu orangnya baik dan tidak sombong

”Benarkah ? jangan-jangan kamu hanya merayu saja nih

”Gak kok Nar, aku bersungguh-sungguh

”Gombal……………

”Suwer……, kalo gak percaya belah saja dadaku

”Ngawur kamu, emangnya kamu apa ?

”Habis kamu gak percaya sih

”Iya deh, percaya

Kami pun saling bercanda dan bersenda gurau sampai-sampai lupa kalo jam kuliah sudah dimulai. Kami berduapun masuk dalam kelas dan kamipun mengikuti perkuliahan tersebut dengan serius. Seperti biasa setelah selesai perkuliahan kamipun pulang ke rumah kami masing-masing dan membuat planning untuk hari-hari mendatang. Semakin lama semakin akrab hubungan aku dengan Yusbar, apakah aku salah berteman dengan dia? Bagaimanakah janjiku kepada kak Franki yang sedang mengembankan tugasnya itu?Ya… Allah berikanlah petunjukmu agar aku tidak salah dalam memilih sebuah pilihanku dan agar diriku tidak salah jalan untuk mewujudkan kehidupan dan impianku.

Tak terasa sudah dua tahun lamanya kak Franki pergi mengembankan tugasnya ke Singapore. Aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi, padahal ia berjanji akan kembali dan kembali untuk diriku. Ya…… Allah kuatkanlah hatiku dalam menjalani kehidupan ini yang penuh dengan suka maupun duka serta penuh nestapa ini. Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhohi. Persatukanlah kami berdua ya Allah kalo memang kami benar-benar berjodoh, jangan kau berikan kegalauan pada hati hambaMu ini. Sekali lagi kumohon padaMu ya Allah berikanlah kami rahmatMU. Amin………. Amin ya Rabbul a’alamin. Semoga Allah SWT selalu memberkahi dan merestui kami berdua.* 

Tinggalkan Komentar