Kenangan Masa SMA
November 17th, 2007 by iddelycious
“Nadine, nih ada surat undangan buat loe” kata Rosa, temen
satu kelas Nadine. “Wah, Apaan ya?” Kata Nadine, sambil
membuka amplop yang berwarna biru itu. Ternyata surat itu
adalah surat undangan reuni di sekolahnya. Dan ingatan
Nadine pun kembali ke 10 tahun yang lalu, tepatnya saat
pertama kali masuk SMA.
“Hai, kamu anak pindahan ya?” sapa Nala. “Iya”jawab Nadine
yang kala itu baru pindah ke sekolahnya yang baru.
“Pindahan dari mana? Oh ya, kenalin gua Nala, dan ini
Natalia” kata Nala.
“Hai” kata Natalia. Kemudian kembali menyibukkan diri
dengan majalah remaja yang dibawanya secara diam-diam.
“Namaku Nadine, aku pindahan dari medan, tepatnya sekolah
Budi Utomo” kata Nadine.
Sejak saat itu, mereka bertiga bersahabat dengan baik.
Mereka menamai grup mereka dengan nama Triple N. Nadine
yang pinter dalam pelajaran mat sering membantu Nala dan
Natalia yang memang lemah terhadap pelajaran mat. Nala
yang pinter dalam pelajaran sastra selalu membantu Natalia
dan Nadine dalam latihan maupun ulangan. Sedangkan Natalia
yang suka mengikuti mode atau tren, banyak membantu Nala
dan Nadine dalam berpakaian terutama saat adanya undangan
pernikahan atau semacamnya.
Mereka bertiga sudah banyak melewati masa-masa suka maupun
duka. Saat Nala patah hati untuk pertama kali misalnya,
Nadine dan Natalia bergantian menghibur Nala. Mereka
banyak menghabiskan uang dan waktu mereka untuk menemani
Nala nonton, jalan-jalan, shopping, dan lain-lain.
Saat salah satu mereka datang bulan, yang lain juga pasti
ikut-ikutan dan mereka pasti selalu izin dalam pelajaran
olahraga. Kadang-kadang mereka suka membawa makanan untuk
dimakan pada saat mereka bolos pelajaran tersebut. Hingga
pada suatu hari, mereka ketahuan oleh kepala sekolah
mereka, karena kebodohan Natalia yang terlambat
menyembunyikan diri waktu kepala sekolah mereka lewat.
Mereka dihukum berjemur di lapangan sambil memberi hormat
kepada bendera Merah Putih. Dan sejak saat itu, bagi para
cewek yang minta izin karena datang bulan, harus
membuktikannya dulu, kalo bener mereka sedang datang
bulan. Dan yang izin maksimal 2 orang.
Pada SMA 2, liburan semester 1, Nadine dihukum oleh
ayahnya, karena nilai semesternya nurun drastic. Nadine
dilarang keluar rumah selama 1 minggu. Dengan diam-diam
Nala dan Natalia datang ke rumah Nadine mereka selalu
datang pada saat ayah Nadine sedang kerja, mereka selalu
nonton vcd yang dibawa Natalia bersama. Pada suatu hari
mereka ketahuan oleh ayah Nadine, dan mereka diomelin
habis-habisan dan setelah itu Nadine dibebaskan dari
hukuman.
“Oi dine, Apaan itu? Kok loe bengong aja” Tanya Rosa.
“Gak kok, hanya undangan reuni” kata Nadine.
“Kapan? Ikut donk?” kata Rosa dengan manja.
“Nanti malam tentunya, gak boleh ikut, loe kan bukan
lulusan sekolah gua”
“Oh…pasti banyak cowok cakepnya?
Cowok cakep? Nadine kembali ke ingatannya pada saat pesta
perpisahan, yang diadakan oleh para murid di sekolah pada
jam 9 malam. Acara yang disusun itu tentunya sangat
meriah. Mereka mengadakan BBQ, nyanyi-nyanyi, dan tentu
dengan acara puncak pesta yang diadakan di taman sekolah.
Pada saat itu Nala dan Natalia sengaja menarik Nadine ke
pinggir kolam renang sekolah.
“Napa loe orang narik-narik gua ke sini segala” kata
Nadine, kemudian muncul Joseph, cinta pertama Nadine.
“Eh dine, gua orang tinggal dulu ya”
“Eh lue orang mau kemana jangan seenaknya donk” kata
Nadine dengan panic.
“Dine, mau gak loe jadi pasangan gue nanti”.kata Joseph
tiba-tiba, Nadine tersenyum kemudian menjawab “iya”,
kemudian mereka mengobrol cukup lama hingga pesta dansa
dimulai.
“Loe jago ya dansanya” kata Joseph.
“Gak juga, loe juga jago” kata Nadine.
“Em….maap menganggu sebentar, tapi marilah kita tepuk
tangan untuk pasangan yang baru lahir di pesta perpisahan
ini” kata Natalia di tengah panggung dan semua mata
memandang Nadine dan Joseph, lalu semuanya bertepuk tangan
dengan keras. Setelah pesta dansa selesai, saatnya pesta
air mata. Hampir semua orang menangis karena harus
berpisah. Entah berpisah dengan teman ataupun pacar mereka
yang harus pergi jauh untuk meneruskan cita-cita mereka.
Tetapi ada juga yang tidak mau berpisah dan memilih
universitas yang sama.
Nala memilih untuk meneruskan studinya di Paris, Natalia
memilih untuk pulang ke daerah asalnya, sedangkan Nadine
meneruskan studinya di Jakarta.
“Dine, loe gak boleh lupain gua ya” kata Natalia dan Nala
sambil menangis tersedu-sedu.
“Pasti, lain kali kalo yang udah sukses duluan jadi
sponsor reuni ya”.
“Oi, ngelamun terus” kata Rosa. “Sapa yang sponsorin tuh
reuni, sekolah atau murid?”
Kemudian Nadine membaca nama sponsor reuni diakhir
undangan dan melihat nama Nala.
THE END
M’nuRut Q ceRita na b9oez b9t,,,,,,,,,
pa 9he tT9 p’shbtn na.
tpi Q mO kCee sRannn z, tjuan cerita na kurang jeLaz so aGak d’perJelaz dUnkz.
kn sYnk Law cRita na kuRang jeLaz.
cilubbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb
ba!