Kesedihan datang dan pergiā¦
Duka lara muncul silih berganti…
Tangis air mata tak kunjung reda…
Merayakan beban derita yang semakin menganga…
Dimanakah kau sang raja bahagia?
Kemanakah kau wahai ponggawa tawa?
Beban derita terasa semakin menggores nurani
Dibaluti nanah dan darah yang semakin membeku
Perih dan pedih seolah tak terobati
Hanya raungan luka yang semakin nyata
Kemanakah engkau wahai senang dan tenang?
Dimanakah cerianya warna-warnimu?
Haruskah kubalut luka perih ini?
Adakah obat penawar angkara derita?
Atau kubiarkan saja perih ini berbalut nanah?
Atau haruskah aku amputasi saja hati ini dari tubuhku yang
konyol?