Wajah Indonesia
November 16th, 2007 by Betty Herlina
Aku Ping, lahir ditengah ratap korban pengungsi Tsunami yang tak kunjung terselesaikan. Rumah rehabilitasi belum sempatku tempati tapi sudah tak layak tempati. Najis. Masih ada segumpal darah bernyawa yang memanfaatkan duka.
Aku Pong, lahir diriak jerih pilu kerusuhan poso yang tak jernih juah, entah suku, entah agama, entah provokasi pihak ketiga Amerika. Dajjal mungkin tlah tiba.
Aku Pang, lahir bersama semburan Lapindo yang mulai mengais darah bersama rintih jenazah tak tertemukan. Disana ribut MEDCO sale’s LAPINDO. Naif, lupa mereka dengan luka darah, ledakkan pipa, sawah menghijau, ratusan rumah.
Aku Peng, lahir dihembusan kabut asap Kalimantan akibat ilegal logging dan gelayutan orang Utan mencibir kepongahan manusia diatas potret Indonesia paru-paru dunia, katanya.
Aku Pung, lahir dengan darah yang membawa virus HIV. Bukan salah Bunda mengandung, tapi dunia menjebakku.