Debu dan Kabut di Padang Rumput
November 13th, 2007 by adist_sixofour
turun berjingkat senada tumit
berderap berlari berderap berlari
debu landas terbang hasil
jadi terbatuk
berderap berlari liar
seperti akan hilannya hari esok
sempoyongan ke tanah dingin
bawah pohon teduh
memboroskan lelah
teguk angin dari botol
yang habis airnya
berteriak berteriak
walau mulut rongrong
oleh debu pula
seketika kabut
hilangi bayang kawan di depan
tertawa tertawa
tanda tetap bersama
berderap berlari memberontak kabut
antara triangulasi dan edelweis
sekarang masih di padang rumput
wuah…………. kuerueeeeeeeeeen buanggeeeeeeeedzzzzzzzzz deh. baca puisi ini bikin aku tambah pengen benget ke mahameru. salut buat adist_sixofour. trus berkarya, ok…!