KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

turun berjingkat senada tumit

berderap berlari berderap berlari

debu landas terbang hasil

jadi terbatuk

berderap berlari liar

seperti akan hilannya hari esok

sempoyongan ke tanah dingin

bawah pohon teduh

memboroskan lelah

teguk angin dari botol

yang habis airnya

berteriak berteriak

walau mulut rongrong

oleh debu pula

seketika kabut

hilangi bayang kawan di depan

tertawa tertawa

tanda tetap bersama

berderap berlari memberontak kabut

antara triangulasi dan edelweis

sekarang masih di padang rumput

One Response to “Debu dan Kabut di Padang Rumput”

  1. on 27 Nov 2007 at 08:01quina

    wuah…………. kuerueeeeeeeeeen buanggeeeeeeeedzzzzzzzzz deh. baca puisi ini bikin aku tambah pengen benget ke mahameru. salut buat adist_sixofour. trus berkarya, ok…!

Tinggalkan Komentar