KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sabtu Dini Hari

Kejadiannya terjadi di hari Sabtu dini hari, kira-kira pukul 1.30 WIB. Sebelumnya akan saya ceritakan kejadian apa yang terjadi beberapa jam sebelum itu. Jumat malam pukul 23.00 WIB saya dibangunkan oleh alarm ponsel saya. Malam itu saya memang berniat bangun untuk menulis diary di laptop saya. Meskipun saya terbangun pada jam sebelas malam itu tapi saya baru mulai menulis kira-kira pada pukul 23.30 WIB. Malam itu saya yang biasanya tidur berdua bersama teman saya terpaksa harus tidur sendirian karena temen saya itu pulang ke kampung halamannya. Malam itu hujan rinitk-rintik, suasana pun terasa sangat sepi ditambah lagi udara dingin yang menusuk hampir membuat saya merasa enggan untuk melaksanakan rencana saya untuk menulis. Tapi kejadian yang saya alami pada hari jumat pagi itu begitu berkesan sehingga membuat saya bersemangat untuk mendokumentasikannya dalam rangkaian kata-kata. Saya pun mengambil laptop yang tersimpan di dalam lemari. Tak lama kemudian saya pun mulai menulis. Ketika saya baru menulis beberapa kalimat, saya mendengar suara binatang di tengah hujan yang semakin deras. Namun saya tidak tahu pasti itu suara hewan apa. Pertama-pertama saya pikir itu suara kodok. Tapi kemudian saya ragu karena suaranya lebih mirip suara burung hantu seperti yang ada di film terowongan casablanca, sebuah film horror yang baru saja saya tonton satu hari yang lalu. Suara itu semakin sering terdengar seiring bertambahnya malam. Tapi saya tidak terlalu mempedulikan hal itu. Saya tetap asyik menulis sampai selesai. Setelah selesai menulis, saya belum berniat untuk tidur. Kegiatan saya selanjutnya adalah bermain game diiringi oleh alunan suara lagu yang berasal dari aplikasi winamp yang ada di laptop saya dan juga tentunya ditambah dengan suara latar hujan serta suara jeritan burung hantu yang terdengar setiap beberapa menit. Setelah beberapa saat mata saya pun mulai redup. Akhirnya saya putuskan untuk mematikan laptop lalu tidur. Karena rasa kantuk yang tak tertahankan, saya tidak mengembalikan laptop saya pada tempatnya semula. Saya biarkan laptop itu diatas kasur dan kepala saya berada di bawahnya. Saya pun tidur dengan posisi badan meringkuk. Sebelum tidur saya sempatkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Entahlah, sepertinya saat itu saya merasakan firasat tidak enak. Baru beberapa saat saya memejamkan mata tiba-tiba saya terbangun. Tapi sayang sekali mata saya begitu sulit untuk dibuka, seperti ada yang menahannya. Saya terus berusaha membuka mata. Meskipun mata saya tak seutuhnya terbuka, saya bisa melihat kejadian aneh terjadi dikamar saya. Saya melihat ada banyak hewan kecil seperti lalat berseliweran diikamar saya. Saking banyaknya, suara hewan-hewan itu mampu mengalahkan suara derasnya hujan dan jeritan burung hantu yang terdengar bersamaan. Dalam kesulitan itu saya merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Saya benar-benar ingin tahu. Dengan susah payah saya mendongak keatas dan saya melihat sesosok makhluk mengerikan ingin menerkam saya dengan kuku-kuku jarinya yang tajam. Alhamdulillah saya masih bisa mengingat Allah disaat-saat seperti itu. Saya pun membaca ayat kursi meskipun dengan susah payah karena mulut saya begitu sulit untuk digerakkan dan alhamdulillah makhluk itu kemudian menghilang secepat kilat sebelum ia sempat mnyentuh tubuh saya. Barulah setelah itu saya bisa membuka mata saya. Saya terus membaca ayat kursi sampai saya benar-benar yakin makhluk itu tak akan kembali lagi. Saya melihat suasana sekeliling kamar saya. Kondisinya tidak berubah, laptop masih berada diatas kasur dan barang-barang lain tidak ada yang berpindah posisi. Hanya saja suasana menjadi lebih sunyi. Tak ada lagi suara hujan, burung hantu dan ratusan hewan seperti lalat yang tadi memenuhi kamar saya. Dalam keheningan itu, saya mulai berpikir dengan apa yang baru saja saya alami. Saya merasa bingung apakah ini nyata atau mimpi atau mungkin hanya halusinasi. Bahkan saya sempat berpikir ini terjadi karena ulah saya yang sok. Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak takut hantu kepada teman saya. Saya mengatakannya di bawah pohon bambu di depan kuburan yang berada tak jauh dari kosan saya ketika saya dan teman saya itu sedang berjalan bersama. Tapi saya pikir tidak ada yang salah dengan omongan saya itu. Bukankah kita memang seharusnya hanya takut kepada Allah SWT bukan yang lain. Setelah kejadian itu, saya tak mau berhenti untuk membaca ayat kursi sampai akhirnya saya pun tertidur sampai subuh tiba. Kejadian itu adalah pengalaman aneh saya yang pertama jika memang benar itu nyata karena saya sendiri kurang yakin peristiwa itu nyata atau tidak. Saya bahkan tak merasa takut atau trauma. Saya malah penasaran dengan peristiwa yang saya alami ini. Saya hanya takut kepada Allah SWT dan saya yakin Allah akan selalu melindungi hambaNya. Ya Allah jauhkanlah hamba dari godaan syaithan yang terkutuk. Amiin…

One Response to “Sabtu Dini Hari”

  1. on 17 Feb 2009 at 17:49Ima tisyue

    Ak jg prnah nglmin kyk crt qmu. .
    Tp,klo crt ak,ak ngliat kuntilanak n pc0ng,,,

Tinggalkan Komentar