KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

KRL Bojong Gede Cawang

              Pagi 5 Nopember 2007, muram. Sesuai sama perkiraan BMG, kalo pagi
ini cuaca Bogor sampai Jakarta mendung. Ray berdiri kaku dikabin masinis gerbong
tengah KRL Bogor- Jakarta. Kaku? ya karena susah sekali untuk sekedar menggeser
kaki sekalipun. Biasalah , kereta kelas ekonomi dengan Rp. 2000, dari Bojong Gede
sampai Cawang. Bukan cuma itu yang kaku!,…hmm, ada anak perawan…entahlah…
anak gadis pakai baju putih abu berdiri tepat didepan, menghimpit,rapat dan hmm…
ada hangat terasa dari tubuh dibungkus seragam, ada harum rambut yang menggelitik kelelakian Ray. Itu yang membuat Ray tidak hanya berdirinya yang kaku, namun…
tak usahlah diceritakan bagian ini.
Kereta kesayanganku dengan jadwal berangkat pukul 05.30 WIB diBojong Gede
berhenti di Citayam. Tak ada yang turun, yang ada seorang Ibu dengan perawakan
lebar memaksa masuk dengan mengerahkan segenap tenaga dan bobot tubuhnya.
Alhasil, hmmmff. Tambah kaku, tambah sempit, tambah rapat, semakin hangat dan
semakin kaku!.Ray meringis, sesak nafas atau menahan nafsu yang membakar jiwa dari kesempitan ruang yang terpaksa karena butuh dan waktu yang membatasi dan
mengelompokkan manusia dalam ruang dan waktu yang sama. Ray kembali
menemukan kembali keharuman aroma sunsilk dari rambut hitam tergerai gadis tinggi semampai dengan tubuh aduhai. Darah Ray menggelegak.
Pikir Ray mengangkasa. Sudah tujuh bulan Ray menikmati suasana pagi seperti ini. Berjejalan di kabin Masinis KRL Bojong Gede-Cawang. Anehya ?dengan penumpang
sebanyak dansemembludak setiap harinya ini apakah tak pernah ada jalan keluar bagi
pejabat-pejabat yang memelihara dan memperoleh makan dari rangkaian gerbong-gerbong penampung penumpang yang hendak bekerja, selingkuh, silaturahmi, mencopet,
berdagang, main-main, bernyanyi, membersihkan sampah-sampah KRL dari bekas aqua gelas yang isinya baru saja dihabiskan nenek tua yang
terhimpit diantara dua orang pemuda dengan rambut gimbal dan ada tato dilengan kiri
dan kanannnya,ibu muda yang hendak memeriksakan kandungan untuk calon kelahiran anaknya yang pertama, dan banyak lagi…
Pikir Ray sederhana saja. Tak usahlah KRL Ekonomi yang murah meriah ini
dilengkapi dengan Air Conditioner, Full Musik atau barangkali sekardus kecil snak berisi
roti dan air putih tawar dengan label Aqua. Tidak pula lantai kereta yang bersih dan
berlapis karpet tebal yang nyaman dan empuk atau gerbong kereta yang bebas dari
debu. Cukup semua orang kebagian
tempat untuk duduk agar bisa tidur disepanjang perjalanan dan bisa datang ketempat
tujuan dengan tepat waktu agar tidak dimarahi bos karena terlambat masuk kantor,
tidak dipotong hak gajinya karena terlambat dari jam kerja,tidak jadi berantakan
hubungan perselingkuhan karena terlambat memenuhi janji dan lain sebagainya.
Ray tersentak, KRL mewahnya telah mengantarnya ke tempat persinggahan
yang mengharuskannya menjejakan kaki meninggalkan kekakuan di kabin masinis
KRL kesayangan.

Tinggalkan Komentar