terberai duka yang hijau di kafetaria tua dengan bingkai-bingkai berdebu,
kau memesan segelas kenangan dari remah cherry di ujung ladang yang dilupakan.
pelayan lusuh mencatat segala yang hinggap dan meledak dengan geming bersama debu terangkat oleh deram seorang yang bergegas menyingkir dari marka jalan (apa yang sampai kepada pengendara mabuk oleh arah yang berjeratan?
luruh dalam sepi jejak yang hilang
bergegas merenggut erang