Surat Untuk Ibu
November 4th, 2007 by siti rochayati
Ibu,
musim puisi telah tiba
namun tak dapat kuuntai indahnya
karena cinta yang aku tanam
tak mampu mekar di hati yang gersang
Ibu,
seandainya masih dapat aku
menenggelamkan kepala di antara dua lenganmu
air mata yang menghujani dadamu
adalah belaian terhangat yang pernah melintas di wajahku
Ibu,
lihatlah dirimu
kau begitu anggun dalam lelapmu
berselimut taburan bunga
yang kurangkai dari ribuan duka
kusirami dengan doa
yang kutitip di setiap bulir air mata
Baiklah Ibu,
aku harus kembali pada hidupku
berjalan di atas kehampaan yang luas
dan kesepian yang menjelma hela nafas
datanglah setiap waktu
telah kupesan mimpi terindah
tuk sambut kehadiranmu