Surat Kepada Batu
November 4th, 2007 by Stebby Julionatan
Angin dingin menembus pori-pori jendela
dan semarak cahaya kota di bawah sana
berjejalan
mempertanyakan yang terselip di bawah kata
adakah kau sedang menunggu?
gumpalan-gumpalan embun membentuk sandi yang dapat kau baca
ataukah kau hanya senang bermain denganya
hingga tanganmu jadi dingin basah
bulan jadi sewarna arang
dibakar jenuh
sebab aku menunggu…
aku menunggu kata yang bergulir jatuh dari dinding-dinding bisu
aku menunggu kata yang terpasung dalam sentuhan mesramu
Probolinggo, 15 Oktober 2007.
aku suka, mas…. two thumbs up!