KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Surat dari Angin

Dari Angin Yang tak Dapat Bercerita

Apakah harus kukatakan padanya?

Bahwa hati ini rindu senyumnya

Hati ini ingin melihatnya

Tersenyum, tertawa, bercanda bersamanya

Atau haruskah bermuram durja ?

Bersedih, menangis dan berduka

Karena ku tiada bersamanya.

Dari Angin yang hanya berbisik

Mengharap hatimu tak terusik

Kata-kata dari batin seorang awam

Sebuah suara biola jiwa malam

Mencoba mengungkap rahasia khayalan

Yang tersirat dalam kalbu maya

Apakah akan terbesit olehnya ?

Nyanyian surga yang tertanam

Pada hati seorang hina

Aku hanya berharap

Dari Angin yang tengah membisu

Yang menutup cinta dengan topeng palsu

Yang bercerita tentang bayang semu

Tak tahan ku melihat bunga layu

Dalam suasana hati yang kelabu

Apa yang sebenarnya ku tunggu?

Apa kamu? atau bidadari biru?

Sungguh! aku masih tidak tahu

Dari Angin yang sedang gelisah

Menunggu dalam ruang jiwa yang gundah

Melihat putri yang sedang resah

Kalau saja kudapat menyentuh rasa

Kalau saja tatapan langit tidak merah

Maka akan ku undang malaikat emas

Untuk membawa rajutan surga

Tapi sayang…..aku hanya angin malang

Dari Angin yang tak dapat berkata

Menahan diri untuk tidak bercerita

Berharap pada Sang Kuasa

Menurunkan buah surga padanya

Agar ia tak lagi berduka

Agar ia tersenyum bahagia

Karena angin tak dapat menghiburnya

Karena angin kini malu menatapnya

Ku harap ia memaafkan perangkai kata

Dan menunggu saatnya tiba

Saat hati ini terbuka

Dari angin yang sedang berduka

Melihat sang dewi yang merana

Menunggu jawaban mujahid cinta

Ku mohon pada bunga

Agar sabar menunggu berita

Jawaban hati seorang pencinta

Sungguh sang angin menyimpan kata

Yang tak dapat diucapnya.

Karena prinsip tertancap di jiwa.

Tinggalkan Komentar