Surat dari Angin
November 4th, 2007 by fadli_ti05
Dari Angin Yang tak Dapat Bercerita
Apakah harus kukatakan padanya?
Bahwa hati ini rindu senyumnya
Hati ini ingin melihatnya
Tersenyum, tertawa, bercanda bersamanya
Atau haruskah bermuram durja ?
Bersedih, menangis dan berduka
Karena ku tiada bersamanya.
Dari Angin yang hanya berbisik
Mengharap hatimu tak terusik
Kata-kata dari batin seorang awam
Sebuah suara biola jiwa malam
Mencoba mengungkap rahasia khayalan
Yang tersirat dalam kalbu maya
Apakah akan terbesit olehnya ?
Nyanyian surga yang tertanam
Pada hati seorang hina
Aku hanya berharap
Dari Angin yang tengah membisu
Yang menutup cinta dengan topeng palsu
Yang bercerita tentang bayang semu
Tak tahan ku melihat bunga layu
Dalam suasana hati yang kelabu
Apa yang sebenarnya ku tunggu?
Apa kamu? atau bidadari biru?
Sungguh! aku masih tidak tahu
Dari Angin yang sedang gelisah
Menunggu dalam ruang jiwa yang gundah
Melihat putri yang sedang resah
Kalau saja kudapat menyentuh rasa
Kalau saja tatapan langit tidak merah
Maka akan ku undang malaikat emas
Untuk membawa rajutan surga
Tapi sayang…..aku hanya angin malang
Dari Angin yang tak dapat berkata
Menahan diri untuk tidak bercerita
Berharap pada Sang Kuasa
Menurunkan buah surga padanya
Agar ia tak lagi berduka
Agar ia tersenyum bahagia
Karena angin tak dapat menghiburnya
Karena angin kini malu menatapnya
Ku harap ia memaafkan perangkai kata
Dan menunggu saatnya tiba
Saat hati ini terbuka
Dari angin yang sedang berduka
Melihat sang dewi yang merana
Menunggu jawaban mujahid cinta
Ku mohon pada bunga
Agar sabar menunggu berita
Jawaban hati seorang pencinta
Sungguh sang angin menyimpan kata
Yang tak dapat diucapnya.
Karena prinsip tertancap di jiwa.