KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Separuh Jiwaku Bertanya

Baru saja masalah itu memenuhi pikiranku, hingga rasanya aku tak dapat lagi menahan air mataku ini. Tapi, masalah itu kini menguap tak lagi kurasa begitu sesak hingga ku dapat kembali bernafas lega. Bukan, bukan karena terselesaikan. Tapi, aku mencoba mainkan pikiranku agar tak terpusat pada satu sudut pandang. Ya betul, hipnotislah dirimu sendiri karena rasa sakit dan pedih yang kau rasakan hanya ada dalam pikiranmu.

“Kenapa tidak kau ungkapkan saja masalahmu itu dalam cerita ini?” Tanya separuh jiwaku.

”Tidak mau. Aku takut hal itu akan membuatku kembali teringat akan kepedihan yang aku rasakan saat ini.” Jawabku.

”Kenapa? Takutkah kamu jika suatu saat kau membaca cerita ini kembali?” Separuh jiwaku kembali bertanya.

”Ya benar, aku rasa aku cukup pengecut untuk menyinggung perasaan manusia yang telah rela memberikan separuh hidupnya demi kehidupanku.” Jawabku tegas.

”Cukuplah hanya aku yang tahu dan merasakannya.” Tambahku.

”Jangan sampai ada orang lain yang akan membaca ini dan mengetahuinya. Aku tidak ingin menjadi ember bolong yang tidak dapat menjaga isinya hingga semua yang telah diisi ke dalamnya akan sia-sia. Paham maksudku?”

”Ya, aku paham. Simpanlah hal itu baik-baik!” Komentarnya.

”Tapi ingat! Menangislah jika itu diperlukan, tertawalah jika itu diperlukan, teriaklah jika itu diperlukan, atau olah raga saja hingga semua tubuhmu lelah dan kau akan terlelap tidur hingga melupakan segalanya. Kukira itu hal yang paling baik untukmu. Jangan simpan dalam batinmu. Kasihan ia begitu lelah dan begitu tersiksa. Suatu saat nanti carilah jalan keluarnya. ”

One Response to “Separuh Jiwaku Bertanya”

  1. on 26 Apr 2008 at 13:16fitri

    idealis, kalimat yg tersusunpun begitu optimis dan mampu membangun semangat yg terhimpit pendieritaan

Tinggalkan Komentar