Kunanti Hujan di Pucuk Musim Kemarau
November 4th, 2007 by Stebby Julionatan
Kunanti Hujan di Pucuk Musim Kemarau
- sebuah prelude untuk orang-orang tercinta
Oleh: Stebby Julionatan
Ku nanti hujan di pucuk musim kemarau
yang tak kunjung merekah
menuai lembaran-lembaran taram
dari tebaran jejak di rekah tanah,
dan ibu – anak yang berlomba memetik kutu
juga mulai membicarakan musim yang enggan berganti.
Ku nanti rintihan awan di buta pagi
saat kelelawar melahap semua cahaya
dari permainan kartu nasib semalam,
dimana orang-orang merapal mantra dalam ronda
mengoyak kebahagiaan dari gumpalan awan
lalu disulam di sarung mereka.
Di golok sang pawang,
darah induk sapi telah membajak cerita
tentang bianglala sebagai jembatan para dewi
tentang senandung bambu di atas tanah basah.
Ranting cemara.
Kicau parkit.
Daun angsoka.
Deretan pohon sedar.
Partitur di musim gugur.
Ribuan setanggi berenang mengarungi langit
membuahi impian yang lelap di selasar
99 hari…
kunanti hujan di pucuk musim kemarau
bersama kata yang meruntuhkan tanggul-tanggul keresahan,
tapi bibit-bibit awan itu tetap saja mandul.
November, 2 2007.
mmm… dalem banget.
sepertinya kamu merindukan kehadiran seseorang yang kamu cintai ya? rindu banget… tapi sayangnya orang tersebut tidak melihat kehadiran diri kamu di dalam kehidupannya.
kaya lagunya band Dewa nih: “baru ku sadari… cintaku bertepuk sebelah tangan…”
aku suka kata-kata terakhirnya:
“kunanti hujan di pucuk musim kemarau
bersama kata yang meruntuhkan tanggul-tanggul keresahan,
tapi bibit-bibit awan itu tetap saja mandul”
dapet dari mana sih kata2 bagus macam itu untuk menggambarkan sesuatu ketidakpastian yang kita nanti?
Woww… itu sebuah puisi berkelas, cukup bagus untuk dibaca ! inspirasi yang begitu menonjol… rekat dengan kehidupan desa yang memanjakan dan berharap hujan.
Buat lagi… yang lain, sukses selalu!!!
Cool! Keren banget penataan bahasanya.
puisi baguss..terus berkarya ya..
sebuah keterasingan dan ketersiksaan yang menghasilkan
seperti kata sebuah pepatah:
“there is a rainbow after the rain”
Mau donk baca cerpen yang bagus2 kayak gtu!! Kamu emang huebat banget salut…dech, mm…! Terus berkarya yach gue tunggu keluaran cerpen kamu yg baru.
“GAMBATE” Terus Berkarya…Jangan Berhenti…Karya Yang Bagus ^^
wow….wow….wow!
baguuus bangeeet… ya amppuun ampe gimanaa gitu rasanya. duh keren. keren.