Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Oktober 22nd, 2007 No Comments »
mengenal baris waktu,
inilah mungkin lembaran terakhir
tema- lagu sunyi- hujan gerimis
hidup..
dimana air memerah-memutih,
ketika mata memongah tanah
langit menjadi pijakan kaki
kemana ini pergi?? duhai, hati yang bertanya
anganku tentang air yang mengalir,
anganku tentang angin berhembus..
jiwaku tak kenal hidup ini,
jantungku menantang !!!
nadi kehidupan menang…
Di sebuah pelataran,
Ketika menunggui ribuan kendaraan dinas
Tumpang tindih bergelar pada imajiku
Berkelebat sosok-sosok masalampau
Sepelan angin yang benar pelan
Ada tangan yang berkerut memungut
Serakan kemasan minuman dan pagelaran
Di sela kereta instansi yang malas beranjak
Tersisip satu senyum tak bersangka
Posted in Puisi on Oktober 4th, 2007 No Comments »
….berawal dari….
mati, mati, mati
….kemudian….
hidup, hidup, hidup
….berawal dari….
tak pasti, tak pasti
….kemudian….
pasri, pasti, pasti
berusahalah
untuk hidup…
untuk pasti….
sesudahnya
mati, mati..dan pasti mati
Permanent link to this post (30 words, estimated 7 secs reading time)
Posted in Cerita Kehidupan on Oktober 4th, 2007 No Comments »
lukisan langit pagi hari ini begitu indah
kuning pucat sedikit merah dan hitam
hmm… harapku dapat terus aku menikmati indahnya
hmmm…segar udara pagi dan…
burung bernyanyi riang menyemarakan hariku
ingin selalu ku nikmati, lebih lama…
berlari mengejar waktu
berdesakan dikereta bogor ke jakarta
menyiksa…tapi ada nikmat yang slalu ingin kumiliki
lantunan musik dari mp3 player dengan lagu kesukaan
atau nyanyian riang pengamen jalanan dibis
hmm…saat indah yang tak ingin kulepaskan
melirik begitu banyak wanita cantik
menggerutui pengendara sepeda motor atau bus yang ugal-ugalan
mencaci maki busway karena bikin macet
menghirup asap knalpot
melindas jalanan ibukota
menaiki tangga penyebrangan
berebut bus 46
bercanda dengan teman
tertawa
cemberut
menangis
berteriak
menyanyi
semua yang kurasakan
harapku…
dapat kunikmati lebih lama
Permanent link to this post (38 words, estimated 9 secs reading time)
Posted in Cerpen on Oktober 2nd, 2007 1 Comment »
Hari ini, adalah hari Sabtu. Aku menaiki sebuah bus dari Surabaya yang melaju ke arah timur menuju ke kota Banyuwangi. Waktu sudah menjelang maghrib. Padahal rasanya baru satu jam yang lalu kudengar suara adzan dari masjid di pasar Ngopak, tempat aku menunggu bis untuk pulang ke Banyuwangi.
Sahabat-ku,
Aku tidak mengatakan “aku tidak malu”
Aku malu- pada pagi yang sama
Aku malu- pada siang yang sama
Aku malu- pada malam yang sama
“aku malu waktu-waktu ku tetap sama”
Sahabat-ku,
Aku tetap katakan “malu”
Posted in Puisi on Oktober 2nd, 2007 No Comments »
Aku tak kan pernah letih untuk selalu membuatmu tersenyum
wahai malaikat kecilku…
karena senyum tulusmu adalah energi untukku
Aku tak akan pernah putus asa untuk membuatmu terbebas dari dosaku
wahai malaikat kecilku
karena riangmu menyemarakan …mungkin sisa umurku…
Aku tak akan pernah berhenti untuk selalu berlari didepan
wahai malaikat kecilku
karena kamu adalah buah dari kesalahanku
Posted in Puisi on Oktober 2nd, 2007 No Comments »
Kipas-kipas angin,
Memutar kiri ke kanan, angin-angin berlari
Aku-kamu,
Dikipasi angin-angin kipas angin,
Udara segar keluar- isi ruangan
Aku-kamu,
Dihati warna-warna bahagia,
sama-sama kenakan baju yang sama
Goo Goo Dolls nyanyi “irish”
Jam dinding ada juga,
Jam itu warna kuning- jam 1 kurang 15 menit- Tengah hari
Posted in Puisi on Oktober 2nd, 2007 No Comments »
Cerita berawal ketika sekuat tenaga aku menangis dihari pertamaku didunia
ketika mataku masih buta
ketika orang disekelilingku tersenyum bahagia
ketika ada rasa lega mendatangi perasaan
Cerita berlanjut ketika dengan susah payah membesarkanku
ada duka ada suka
ada getir ada tawa
ada hitam, merah, kuning, hijau tak bisa kusebut karena banyak warna
Cerita terus berlanjut ketika uban telah menutupi batok kepala mereka
ketika aku mulai mengenal hawa
ketika nafsu mulai membakar jiwa
ketika segalanya adalah dosa
Cerita masih berlanjut
jika merah adalah simbol bahagia
maka masa mengenal hawa adalah warna merah diseluruh menit hidupku
merah…merah….hingga terlupa
Cerita mendekati akhir
jika biru adalah simbol kesedihan
maka saat ini merah itu sedikit demi sedikit berpendar
dan biru menyeruak menguasainya…
Permanent link to this post (49 words, estimated 12 secs reading time)
Posted in Puisi on Oktober 1st, 2007 No Comments »
masa ini
ketika malam menyapa
menatap mataku
lalu mendekapku,
erat
ada apa?
…….
kau tetap menatap mataku
menyelam di kedalaman
seketika ribuan kupu-kupu keluar dari mataku
kau suka? tanyamu
…….
(dalam hati: ya!
tetapi jangan harap ada kata dari bibirku
karena di dalamnya ada rahasia
kupu-kupu yang tak pernah kau lihat
penuh warna dan misteri)
Permanent link to this post (56 words, estimated 13 secs reading time)