KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Oktober 2007

Hidup..

mengenal baris waktu,
inilah mungkin lembaran terakhir
tema- lagu sunyi- hujan gerimis

hidup..
dimana air memerah-memutih,
ketika mata memongah tanah
langit menjadi pijakan kaki

kemana ini pergi?? duhai, hati yang bertanya
anganku tentang air yang mengalir,
anganku tentang angin berhembus..

jiwaku tak kenal hidup ini,
jantungku menantang !!!
nadi kehidupan menang…

Rehat

Di sebuah pelataran,

Ketika menunggui ribuan kendaraan dinas

Tumpang tindih bergelar pada imajiku

Berkelebat sosok-sosok masalampau

Sepelan angin yang benar pelan

Ada tangan yang berkerut memungut

Serakan kemasan minuman dan pagelaran

Di sela kereta instansi yang malas beranjak

Tersisip satu senyum tak bersangka

Awal, Akhir

….berawal dari….
mati, mati, mati
….kemudian….
hidup, hidup, hidup

….berawal dari….
tak pasti, tak pasti
….kemudian….
pasri, pasti, pasti

berusahalah
untuk hidup…
untuk pasti….

sesudahnya
mati, mati..dan pasti mati

Harapku

lukisan langit pagi hari ini begitu indah
kuning pucat sedikit merah dan hitam
hmm… harapku dapat terus aku menikmati indahnya

hmmm…segar udara pagi dan…
burung bernyanyi riang menyemarakan hariku
ingin selalu ku nikmati, lebih lama…

berlari mengejar waktu
berdesakan dikereta bogor ke jakarta
menyiksa…tapi ada nikmat yang slalu ingin kumiliki

lantunan musik dari mp3 player dengan lagu kesukaan
atau nyanyian riang pengamen jalanan dibis
hmm…saat indah yang tak ingin kulepaskan

melirik begitu banyak wanita cantik
menggerutui pengendara sepeda motor atau bus yang ugal-ugalan
mencaci maki busway karena bikin macet
menghirup asap knalpot
melindas jalanan ibukota
menaiki tangga penyebrangan
berebut bus 46
bercanda dengan teman
tertawa
cemberut
menangis
berteriak
menyanyi

semua yang kurasakan

harapku…

dapat kunikmati lebih lama

Pengamen di Hari Sabtu

Hari ini, adalah hari Sabtu. Aku menaiki sebuah bus dari Surabaya yang melaju ke arah timur menuju ke kota Banyuwangi. Waktu sudah menjelang maghrib. Padahal rasanya baru satu jam yang lalu kudengar suara adzan dari masjid di pasar Ngopak, tempat aku menunggu bis untuk pulang ke Banyuwangi.

Sahabat-ku,
Aku tidak mengatakan “aku tidak malu”

Aku malu- pada pagi yang sama
Aku malu- pada siang yang sama
Aku malu- pada malam yang sama
“aku malu waktu-waktu ku tetap sama”

Sahabat-ku,
Aku tetap katakan “malu”

Malaikat Kecilku (Tiara)

Aku tak kan pernah letih untuk selalu membuatmu tersenyum
wahai malaikat kecilku…
karena senyum tulusmu adalah energi untukku

Aku tak akan pernah putus asa untuk membuatmu terbebas dari dosaku
wahai malaikat kecilku
karena riangmu menyemarakan …mungkin sisa umurku…

Aku tak akan pernah berhenti untuk selalu berlari didepan
wahai malaikat kecilku
karena kamu adalah buah dari kesalahanku

Kipas-kipas Angin

Kipas-kipas angin,
Memutar kiri ke kanan, angin-angin berlari
Aku-kamu,
Dikipasi angin-angin kipas angin,
Udara segar keluar- isi ruangan
Aku-kamu,
Dihati warna-warna bahagia,
sama-sama kenakan baju yang sama

Goo Goo Dolls nyanyi “irish”
Jam dinding ada juga,
Jam itu warna kuning- jam 1 kurang 15 menit- Tengah hari

Episode Biru

Cerita berawal ketika sekuat tenaga aku menangis dihari pertamaku didunia
ketika mataku masih buta
ketika orang disekelilingku tersenyum bahagia
ketika ada rasa lega mendatangi perasaan

Cerita berlanjut ketika dengan susah payah membesarkanku
ada duka ada suka
ada getir ada tawa
ada hitam, merah, kuning, hijau tak bisa kusebut karena banyak warna

Cerita terus berlanjut ketika uban telah menutupi batok kepala mereka
ketika aku mulai mengenal hawa
ketika nafsu mulai membakar jiwa
ketika segalanya adalah dosa

Cerita masih berlanjut
jika merah adalah simbol bahagia
maka masa mengenal hawa adalah warna merah diseluruh menit hidupku
merah…merah….hingga terlupa

Cerita mendekati akhir
jika biru adalah simbol kesedihan
maka saat ini merah itu sedikit demi sedikit berpendar
dan biru menyeruak menguasainya…

Diam

masa ini
ketika malam menyapa
menatap mataku
lalu mendekapku,
erat

ada apa?
…….

kau tetap menatap mataku
menyelam di kedalaman
seketika ribuan kupu-kupu keluar dari mataku

kau suka? tanyamu
…….

(dalam hati: ya!
tetapi jangan harap ada kata dari bibirku
karena di dalamnya ada rahasia
kupu-kupu yang tak pernah kau lihat
penuh warna dan misteri)

« Prev - Next »