KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Bahagiaku Untukmu……

Aku terkejut dan tersentak saat tahu telah memasuki alam masa laluku. Saat-saat aku masih memakai seragam putih biru, sambil menyangklong tas penuh buku-buku. Entah buku pelajaran, entah buku pegangan, ataupun buku-buku antah berantah. Aku sepenuhnya yakin saat itu berdiri di depan gerbang SMP ku. Jenjang sekolah yang membuatku mengalami untuk pertama kali perasaan cinta.

Cinta monyet atau cinta apalah istilahnya. Yang jelas, rasa itu membuat dunia serasa makin indah dan bergairah. Namanya anak muda, hal baru yang menyenangkan pun niscaya akan ditelan mentah-mentah.

Seorang perempuan mampu menawan hatiku. Hati yang sebelumnya tak tahu menahu akan cinta. Perjalanan cinta pun berjalan perlahan dan mengalir. Mencoba menggali makna atas arti cinta. Semua baik-baik saja, sampai satu kesalahan kecil menghempas segalanya. Menutup pintu cinta tanpa pernah tahu kapan akan terbuka lagi. Itu salahku dan selamanya akan menjadi kesalahanku.

Aku seolah memasuki masa laluku. Aku berdiri di depan gerbang SMP ku. Perlahan langkah kaki menuju jalan raya dan teringat masa lalu. Kebetulan rumah mantan gadis pujaanku dekat dengan SMP ku. Aku melangkah, pelan dan terarah. Tanpa terduga, hatiku mengatakan untuk sekadar mampir ke rumahnya. Menyapa dan tanya kabarnya serta melepas rindu. Toh apa salahnya. Biar bagaimanapun juga dia pernah ada di hatiku.

Aku mantapkan diri untuk melangkah ke rumahnya. Namun aku harus kecewa karena dia tidak berada di rumah. Dengan langkah gontai, aku kembali melangkah menuju jalan raya. Tak dinyana, aku ketemu dengan si dia. Dia tampak begitu cantik, dan anggun dalam balutan busana yang dipakainya. Jujur, berbeda dengan ketika dia masih menjadi gadis kesayanganku. Apakah selepas dariku dia menjadi lebih baik? Entahlah…. yang jelas aku senang bisa bertemu dia lagi setelah 5 tahun berpisah.

Tanpa berkata-kata, dia tersenyum. Salah satu senyum termanis dari seorang wanita bagi para pria. Aku membalas senyum manisnya. Sejurus kemudian, dia menengok ke seberang jalan. Ada seorang laki-laki lain yang berdiri di sana. Selanjutnya, dia menoleh ke arahku. Masih tanpa kata-kata. Namun entah bagaimana, aku bisa menangkap maksudnya. Dia seperti ingin bilang, bahwa laki-laki di seberang jalan adalah calon suaminya. Dan dia meminta pendapatku.

Sejenak aku menoleh ke arah laki-laki itu. Terlihat wajah ganteng dan bersih yang menawan hati. Kemudian aku memandang wajah sang bidadari masa laluku. Aku mengangguk, seolah memberi penegasan bahwa laki-laki di seberang jalan itu layak menjadi suami sang bidadari.

Pagi mulai merekah. Matahari memberi sinar kesempatan hidup yang baru. Aku terbangun dari tidur dan sadar telah bermimpi. Mimpi yang telah membawaku menyelami sebagian masa laluku. Dalam hati aku bahagia, telah mampu membahagiakan mantan kekasih tercinta meski hanya dalam mimpi. Bahagia setelah kesalahan yang aku perbuat yang telah meremukkan bangunan cinta itu. Mawar merahku, semoga engkau bahagia dengan hidupmu. SELESAI

Tinggalkan Komentar