…So Hard To…
Posted in Puisi, Intermezzo on September 23rd, 2007 1 Comment »
jika hati ini jujur…
aku tak ingin meninggalkan kisah ini sampai disini
menganggapmu hanya kenangan
dan aku berlalu dengan yang lain tanpa hati yang itu
Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi, Intermezzo on September 23rd, 2007 1 Comment »
jika hati ini jujur…
aku tak ingin meninggalkan kisah ini sampai disini
menganggapmu hanya kenangan
dan aku berlalu dengan yang lain tanpa hati yang itu
Posted in Puisi, Asa on September 22nd, 2007 1 Comment »
Ada denting dawai mengalun dikepalaku.
Begitu nyata dan menakjubkan.
Penuh mantra yang menghanyutkan.
Memenuhi diri dengan damai.
Damai yang begitu lama hilang;
yang telah menjelma menjadi kerinduan,
seperti kerinduan sepasang kekasih baru.
Dan malam ini
: pelupukku terlelap, tanpa kengerian..
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Kerlip lampu dipinggir jalan
Meriah dibawah langit yang sedikit berawan
Teriakan kawan yang sedikit parau
Hilang diredam bising suara knalpot
Puisi tentang kemerdekaan pun tak terdengar indah lagi
Kalah dengan riuh dendang dangdut malam
Samar terselip dibalik kulit perut yang membusung, atau malah buncit
Malam ini tak terasa hangat
Gapura merah putih hanya terdiam sendiri
Kemana para manusia penjaga bendera?
Aku tak mau berkibar sendiri
Ditemani tiang kaku yang menunjuk keatas
Dan aku tak mau bertengger setengah tiang
Kemana jiwa pahlawan?
Kumohon jangan bangun kesiangan
Mana pekik merdeka?
Aku bukan hanya merah putih tanpa makna
Bukan kain lusuh diatas tali jemuran yang berderet
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Jangan menangis putri
Tak sampai hati kumelihat tetes air mata itu
Jangan bersedih putri
Biar aku menghiburmu dengan segala keterbatasanku
Walau memang kuakui aku tak sebagus pangeran tampanmu
Setidaknya cobalah aku untuk sedetik
Nikmati belaiku dengan serpihan cintamu
Dan kucoba kuatkan hati yang telah rapuh
Beri aku waktu untuk mewujudkannya
Dengan taruhan nyawa, tak apa
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Banyak manusia ½ setan disini
Duduk disampingku hasut telinga kiri
Tutup telinga kanan lebarkan jalur emosi
Meluap tembus kesamping
Meleber tak terbendung
Tak bisa dibalut
Tolong aku!
Jangan duduk disamping!
Biarkan aku melihatmu hai manusia ½ setan
Kita berhadapan!
(sukabumi, 15 november 2004. 20.24 wib.
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Plis dong!
Jangan buat aku kagum, sampai mengaum teraum-aum
Luapan emosi yang tak wajar
Bulat menyendal keluar
Coba saja kau ingat kapan kita bersua
Muka merah diam seribu bahasa
Berdegab jantung ingin keluar
Ah…… aku jadi malu
Plis dong!
Jangan buat aku kagum
(selat sunda, 8 november 2004. 09.53 wib.
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Tunggu….
Jangan katakan itu dulu dinda
Walau kau tak dapat menjadi sayapku tuk terbang ke surga
Setidaknya bermain-mainlah dahulu denganku
Walau akhirnya kuharus terjatuh ke neraka
Tunggu….
Jangan katakan itu dulu dinda
Setidaknya kuteguk habis dulu racun manis cintamu
Dan kunikmati dengan parau belaimu
Sebelum kumenggelepar meregang nyawa
Tunggu….
Jangan katakan itu dulu dinda
Biarlah hiasi bibir ini dengan senyum, harapan kosong melompong yang akhirnya kau remukkan
Tunggu….
Jangan katakan itu dulu dinda
Bantu aku berdiri tegak, walau akhirnya kau jatuhkan kembali (kau dorong aku terjerembab dalam ruang lembab tanpa laksa, dan sukmaku melayang mencarimu)
Tunggu….
Jangan katakan itu dulu dinda
Setidaknya kuselesaikan dahulu gapura cintaku, Walau akhirnya kau luluh lantahkan bersama pangeranmu
Kumohon….
Jangan katakan itu dulu dinda
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
Dawai kembali berdenting
Setelah lama terdiam membisu
Suaranya terdengar bergemerincing
Menggetarkan rusuk yang telah kaku
Alunan nada dari arpeggio usang
Yang kadang tersendat oleh karatnya
Picking yang tertahan oleh debunya
Tetap saja terdengar indah walau diulang
Falmenco pun masih dapat kau buat
Walau beatmu terdengar agak berat
Irama melayumu terdengar anggun
Dengan desahan nada yang mengayun
Posted in Puisi on September 22nd, 2007 No Comments »
malam mengiris sendu ketika sadar itu datang
semua rasa yang entah mengapa terus terkenang
seolah tersesat aku berjalan dalam remang
ada benci yang tumbuh membesar
ada rindu yang muncul tak berakar
tanpa ada alasan pembenaran
aku menemukan diriku hampir terjatuh dalam kutukan
pada diriku
Posted in Puisi, Intermezzo on September 22nd, 2007 2 Comments »
Wahai jodohku, Aku yakin namamu tertulis dalam kitab jodohku. meski saat ini aku belum mengenalmu namun aku yakin suatu saat kita pasti akan bertemu.