KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pertarungan Tubuh dan Raga

Separuh tubuh dan ragaku saling berebut tempat

demi sebuah perubahan yang ingiin aku lakukan

Sebagian berkata,

“Untuk apa kamu meninggalkan semuanya jika nantinya

kamu akan kembali juga?”

Sebagian lagi berkata,

“Langkah kebelakang hanya akan membuatmu menangis,

jadi kenapa tidak maju meski setapak?”

Sebagian yang tadi menyahut,

“Kamu menyayangi mereka,kamu mengorbankan banyak hal

termasuk sebagian kecil intregitsmu demi mereka,

kenapa harus mengingkari itu semua?”

Sebagian yang tadi membalas,

“banyak hal yang telah kamu abaikan,kamu acuhkan,yang telah pergi

karena sifat keras kepalamu,kenapa tidak mencoba

meraih itu semua lagi?”

Sebagian yang jahat terus berseru,

“kamu tahu hidupmu akan terus terusik jika kamu pergi

dari kehidupan mereka,kamu akan sangat merindukan mereka,

kamu akan menyesal nanti jika kamu memutuskan untuk pergi”
Sebagian yang baik terus bertahan,

“hidupmu hanya akan berisi rasa bersalah yang dalam.

Jika kamu mampu bangkit,banyak hal indah yang pantas kamu rengkuh.Percaya itu”

Sebagian yang menentangku menyerukan ini,

“Apa gunanya kamu melamngkah maju jika kamu sendiri tidak ingin?

banyak hal indah yang akan terus membuatmu tersenyum

Ayolah,jangan pergi”

sebagian yang memihakku menghela nafas,lalu berkata,

“Pergi akan jadi keputusan terbaik.Bukankah kamu ingin mereka bahagia?

Jika kamu perhi,beben mereka mungkin akan hilang.Kamu tidak mau mereka bersedih kan?ini saat yang tepat untuk pergi”

Si setan berseru,”Jangan tinggalkan memori-memori itu!”

Si Malaikat berkata,”jangan korbankan masa depanmu!”

Dan akupun mendengar mereka terus berteriak satu sama lain

mencoba menahanku di sisi mereka

tapi,aku sendiripun tak tahu mana yang aku harus pilih,

semuanya benar,semuanya berhak untuka ku ambil,

semuanya akan sama-sama menyiksaku,…..

Jadi…kenapa aku tidak memilih untuk diam dan membiarkan diriku

lelah dengan perdebatan mereka hingga salah satu menang?

Itu jauh lebih baik daripada aku salah,

Aku hanya ingin diam dan pasrah

Tinggalkan Komentar