KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Dia, Angin

malam mengiris sendu ketika sadar itu datang

semua rasa yang entah mengapa terus terkenang

seolah tersesat aku berjalan dalam remang

ada benci yang tumbuh membesar

ada rindu yang muncul tak berakar

tanpa ada alasan pembenaran

aku menemukan diriku hampir terjatuh dalam kutukan

pada diriku

oleh diriku

aku tertawa, semu…

aku ingin menangis, tersedu…

jawaban dan kepastian

semua tak pernah nyata di depan

karena aku berpegang pada angin

karena aku hanya mengharapkan angin

dan kini pedih kian berlabuh

ketika angin itu semakin menjauh

9 am

semarang, 17 september 2007

Tinggalkan Komentar