Dia, Angin
September 22nd, 2007 by quina
malam mengiris sendu ketika sadar itu datang
semua rasa yang entah mengapa terus terkenang
seolah tersesat aku berjalan dalam remang
ada benci yang tumbuh membesar
ada rindu yang muncul tak berakar
tanpa ada alasan pembenaran
aku menemukan diriku hampir terjatuh dalam kutukan
pada diriku
oleh diriku
aku tertawa, semu…
aku ingin menangis, tersedu…
jawaban dan kepastian
semua tak pernah nyata di depan
karena aku berpegang pada angin
karena aku hanya mengharapkan angin
dan kini pedih kian berlabuh
ketika angin itu semakin menjauh
9 am
semarang, 17 september 2007