Dari gelembung mimpi aku ingin menguaknya
meski cuma juntai benang rapuh
meski aku harus terseok dalam kepenatan
aku tetap setia meruntuk di detakan waktu
adakah jalan leluasa untuk ku singgahi sejenak
sebelum bintang itu kugapai
adakah seulas dzikir agar kudapat mendekap ridloMu
Sungguh amat berapi
apa yang menggelora
tatkala kini jari lentikku menoreh untaian kata
melagukan melodi asa
tanpa harus ku menoleh pada seruat duri
yang hendak menghalau harapku
Derit roda yang berputar
mengiringi jejak obsesiku
akan gemilangnya hidup
demi sosok renta yang pernah letih
membanting tulang
mengayomi
mencintai
tertatih-tatih dalam keterpurukkan
adalah kedurhakaan bila tak bisa ke genggam
dan ku wujudkan sebongkah karang cita