Cibiran Seorang Pengacau
September 12th, 2007 by secretgirlbanget
Hari semakin indah seiring bertambah indahnya moral remaja. Berita-berita semakin beredar tanda wartawan tak pernah diam. Dari berita-berita itu pula kudengar betapa sucinya dunia ini.
Masih kuingat, suatu malam saat aku jalan-jalan di tengah kota, kulihat seorang cewek yang sangat kukenal, dia dulu temen SD ku. Kuhampiri dan kusapa dia. Dia masih mungil seperti jaman SD dulu. Malam itu memang gelap, apalagi alun-alun emang rada remang-remang. Kami ngobrol lama, semacam reuni githu. Cewek ketemu cewek pastilah yang ada ngegosip. Tiba-tiba dari arah selatan ada sebuah mobil yang menyorotkan lampunya tepat ke arah kami. Sekilas aku melihat suatu keanehan pada dirii temanku. Kenapa?? Badannya masih mungil seperti dulu, tapi kenapa…. ada sesuatu yang mengganjal di balik bajunya. Atau kalo aku nggak salah lihat….perutnya terlalu buncit. Menyembul di balik bajunya yang longgar. Sejak dulu dia emang nggak suka olahraga, aku juga nggak suka. Tapi amit-amit perut ku nggak sebuncit itu. Sepertinya dia ngerasa kalo aku memperhatikan perutnya. Dia bilang sesuatu yang membuat badanku kebas sejenak. Dia hamil, pregnant, bunting, mau beranak!!!! Padahal seminggu yang lalu kulihat dia masih putih abu-abu.
OMG!!! Omigod!! Ya Allah Ya Tuhan seru sekalian alam!!! Semoga aku nggak pingsan sekarang. Temen SD ku tetep mungil seperti dulu. Temen SD ku…..
Semakin hari moral remaja semakin baik, sebaik kata-kata yang mereka ucapkan, seindah makian setan yang mereka koarkan. Sesuci tindakan yang mereka lakukan.
Aku remaja, aku tau apa keinginan dan pikiran sebagian besar remaja seusia ku. Aku juga punya pikiran buruk itu, aku juga punya yang dinamakan nafsu setan. Aku punya semua itu, mungkin bahkan lebih banyak dari mereka. Tapi sekarang aku masih ‘normal’. Paling tidak aku lebih pintar dari remaja-remaja yang mengaku ‘modern’ itu. Buktinya aku masih disini, di SMA yang kata orang ‘beken’, dalam keadaan ‘normal’. Bukannya aku bilang hamil itu nggak normal. Hal itu normal kalo dialami perempuan usia diatas 20-an. Bukannya aku arogan, tapi itu hanyalah bukti bahwa nggak semua remaja itu ‘setan’.
Sering aku tanya ke temenku yang nggak ‘normal’, sebodoh apa sebenernya mereka, segoblok dan setolol apa mereka?? Tapi mereka malah marah atau bahkan diam seribu bahasa. Aku sering juga tanya, apa mereka nggak pernah nonton TV, atau mereka nggak pernah baca majalah?? Mereka malah gondok. Aku cuman pengen bilang ke mereka, bukannya sudah ada alat yang membantu mereka mencegah ke’tolol’an mereka,, bukannya sudah ada alat itu, bahkan dijual bebas di warung-warung. Sempat aku nanya-nanya, harga benda itu nggak lebih dari harga uang saku kita sehari. Kalo ke’bodoh’an mereka udah keterlaluan, kenapa nggak mereka pake alat itu?? paling nggak, mereka nggak dapat predikat ‘idiot’ dua kali kan?!
Kadang aku nggak habis pikir juga dengan para guru-guru, orang tua, dan semua orang yang mengaku dewasa. Mereka selalu menyalahkan dan melarang tanpa memberii sesuatu yang dinamakan ‘jalan keluar’. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa pelajaran reproduksi hanya diberikan kepada kelas IPA?? Apakah anak-anak di kelas IPS tidak punya alat reproduksi?? Kenapa anak-anak IPA saja yang dijelaskan secara mendetail bahkan berkali-kali mengenai reproduksi, tapi anak IPS sekali pun tidak pernah?? Kenapa yang disebut ‘IPA’ harus tau hal-hal seperti itu, bahkan keluar dalam ulangan, sedangkan kelas IPS…..Jadi kalo pelajaran saja tidak merata seperti ini, apakah ada yang bisa disalahkan kalo ada kejadian yang juga menyakitkan.