Kucing Persiaku
September 7th, 2007 by zephyrus
Kepada Shah abadiku: Bader E. H.
I. BUTA:
Resah angin mana memeram berahi
Di bulan apa siang terkebiri malam?
Mungkin di musim semi atau musim gugur
Bulan tak menjenguk kusen jendela
Kemanakah kau berlari, kucing Persia buta?
Apa mengantarmu malam ini padaku
atau
kau rindu susu panasyang kumasak di palung cinta
redup bara tungku api tua Mari,
jangan malu
Mangkuk ungu masa lalu
Menyambut tak penuh
Jangan tergesaJ
ilati lepuh sekecut cuka
Kering gelisah
Lipati gulungan waktu dalam setubuh
Di sudut dapur mimpiBelai lehermu berkalung hitam
Menghitung sayat erangan
Terlindas kereta express antar kota
Di pengaduanPraha-Warsaw-Bratislava menuju Kijev Kucing Persia butaJ
angan tatap dalam gairahku
pada untaian nyanyian berahimu
sebar di Pářlerovadi sela kasar lidah Esok, di atas genteng merah
Pada siapa kau berada?
ingat, mangkuk ungu itu ada padaku
II. DUNGU:
Mari,
ingin ku dengar ceritamu
Pukul satu siang, Stare Mĕsto di kaki orloj
Buang kompasKenakan sepatu bata merah
Pencium ulung jenjang betis
Melintasi jalanan tua
berbaur nafas
Bercampur tembakau murahan basah
Kalaupun dingin
Bawah tanah menyesatkanmu
ambillahs earah Metro bertanda hijaudi sela Můstek
dan hamparangenteng merah Malá Strana
susuri liukan lorong sempit
penjual kilau kristal
lewati jepretan kameraturis gila pemburu masa lalu
obsesi di cumbuboneka-boneka
gadis pirang berstoking hitam tanpa gincu semerah batu granat palsu
aliran urat nadi hijau rayuan penjual ayuna nmimpi
dan bersenandung ragu
bawa sebuah buku
agar kukenali lambaian mantel hitam panjangmu
Nanti
Duduk, ku hangatkan kau dulu
Disisipan bibir merah muda kering
Segelas anggur merah hangat masak di tungku
Beramu cengkeh dan kayu manis
Mereguk kerinduan masa lampau
Cerita asmara semu
Seekor kucing Persia dungu
Disini jam tua berdentang berdendang tak kunjung kau datang menghitung kecemasan