Selembar spanduk geliatkan keping hasrat murahan
Eksploitasi tubuh berjajar belai nikmat duniawi
Rentang jurang nista di balik singkap helai benang
Angin semilir goyangkan elok lukisan hitamnya kembara hidup
Menjajakan harga yang lebih mahal dari emas berlian
Demi segepok receh lima ratus rupiah
Ughk!akh!Wow!
Liukan erotis picingkan bola mata sang adam
Kerling genit gemuruhkan jiwa
Darah mendesir hingga peraduan ubun-ubun
Muda menggelora dengan seonggok nafsu pekat
Padahal selaksa pelik siksa setia menanti
Kubangan Lumpur yang mereka gumpal bertahun-tahun lamanya
Ah! Mengapa dekradesi moralitas tak kunjung padam
Amerika, Australia, Hong Kong, kini Indonesia
Apalah arti hak asasi manusia
Yang sekarang Cuma sekedar kambing hitam
bagi para pengecut, Pecundang, perampok, maling, koruptor
Atas nama kemanusiaan!
Remuk redamkan sendi-sendi agama
Campur lumatan api yang kian menyala
Siapa tahan menatap gemulai lembut
Semerbak aroma durjana buai angan
Jerumuskan hati pada keping dosa yang lekat
Memenuhi ruang-ruang pengap dan bau di selubung jiwa
BY VERRA
30 AGUSTUS 2007