Sajak Kerinduan
September 3rd, 2007 by Agni Ardi Pratama
Aku kini di negeri orang bingung akan suasana Suasana sepi……. Suaasana bising… Terkadang terdengar suasana pedas Menyengat gendang telinga
Sambil terdiam pikiranku terbayang
Akan rumahku di sana…..
Berkumpul dengan Bapak, Ibu, dan adik-adik
Tercinta………..
Bersenda gurau, tidur,serta mengisi perut sepuasnya….Ahhh
Hingga akhirnya sebentar menetes
Setetes air mata kerinduan…
Yang membuatku ingin sekali pulang
Namun waktu seperti tak berpihak
Ia seakan tersenyum sinis…
Merangkak perlahan - lahan
SAmbil berucap…ada waktunya
NAmun apa yang kurasakan ..lebih
Setiap detik seakan 1000 tahun
Setiap menit seolah waktu yang abadi
Tak jelas bagaimana rasa merana
Kadang senang, susah menggema
Mendengung di ujung syaraf nadi - nadiku
Kapan aku bisa pulang?
Kapan…
Aku rindu ditimang ibu, dibelai bapak
Dicubit…
Akhirnya aku bisa tenang sejenak
Terbawa di sorga mimpi
Yang mencoba menghiburku…
Karena nurani berteriak pasrah
Aku rindu
tiap tetes air mata yang meleleh di pipi
melebihi bening embun permata
melebihi harga setumpuk perhiasan
harga tiap tetes air mata yang meleleh di pipi
adalah cambuk bagi kita untuk dapat memberi senyuman
senyuman bagi orang-orang terkasih
senyuman bagi orang-orang yang berharap pada kita
kita memang baru benar-benar mesarakan kehadiran seseorang ketika kita benar-benar kehilangannya