Ku bingkiskan sekerat nurani penuh luka
Ku lukiskan untukmu lobang kecil yang kian menganga
Kepadamu wakil rakyat
Kepersembahkan segelas ludah
Dari mulut yang teraniaya
Berapa banyak tubuh yang terkoyak
Berapa banyak kulit mengelupas
Berapa banyak pekik lara di balik istana kardus
Dan berapa banyak nyawa tergusur sia-sia
Sementara kini engkau melancong ke seantero dunia
Bonus
Tunjangan
Gaji tambahan
Sampai amplop suapan
Kurangkah
Atau memang kau serakah
Bukan segepok janji manis
Bukan seulas senyum empati
Tapi kembalikan milik kami!
Sabtu, 20 Agustus 2007