Kenapa Kau Harus Lahir?
September 2nd, 2007 by Stebby Julionatan
Kalau kau muncul memberi kebahagiaan kepada kami hanya sekejap lalu menghilang lenyap ditelan malam.
“Itu sudah tugasku.”
“Tidak bisakah kau tinggal lebih lama lagi?”
“Tidak, Sayang.”
Lalu kami menangis penuh harap agar kau mau mengurungkan niatmu. Tapi langkahmu sangat mantap.
“Itu lautku. Itu sampanku. Dengannya aku akan mendaki tebing-tebing ombak. Mencium matahari. Dan memeluk dengan hangat daratan asing di depan sana…. Kau tak perlu mengikutiku. Tugasmu hanya sampai di sini untuk mengantarku.”
Lalu kami pergi melepas kepergiannya.
24 Januari 2005.