Kubentangkan dua tangan
hati turut pula berlari
meraup cahaya yang memancar
dari mata indahmu
Semakin hari kian terasa
waktu dan ruangku tak kuasa menahan
karena kasmaran telah merasuk urat nadi
Desah nafasku pun dalam detak jantungmu
Derai tawamu menjadi fajar jiwaku
Kini setiap malamku diam berhenti
menengadah memanggil hari-hari
jangan sampai pergi
meluruh syahdu kita kemarin…