KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kaca dan Tembakau

Hujan turun dengan derasnya ,tak peduli apa yang dilaluinya ,apapun yang menghalanginya ,airnya yang jatuh ke tanah terpencar seakan berlari untuk bergabung dengan genangn air lainnya ,aku menarik napas panjang,bertahun-tahun aku selalu menatap hujan dibalik kaca ditemani tembakau berasap yang selalu setia dihisap,aku memalingkan wajah menatap pintu besar yang tak kunjung terbuka ,perutku sudah memanggil-manggil minta diisi ,kemana si bos ?pikirku mulai tak sabar ,kembali kuhisap rokok ditanganku,apinya bergemericik terhisap melibas tembakau-tembakau kecil yang tak berdosa. aku kembali terbawa suasana,pikiranku menerawang ke waktu lalu, ku tersenyum kecut, selama kurang lebih 35 tahun aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang kualami ,teringat kembali akan seorang wanita cantik berambut ikal yang dulu pernah singgah di hatiku,diam-diam kutulis ribuan puisi untuknya,bertumpuk bersama debu dan sarang laba-laba ,aku menghela napas panjang , sebuah kenangan yang pertama sekaligus yang terakhir bagiku,aku terusik oleh suara gaduh di depan kamarku,beberapa remaja mendorong sebuah mobil yang mogok ,bodoh!pikirku buat apa mereka susah-susah membantu orang yang tak dikenal,para pemuda itu saling bercanda, dibelakangnya sepasang muda-mudi saling bercumbu,aku kembali meringis ,entah apa?perasaanku berkecamuk rusuh .tolol !pikirku ,apa mereka tak liat ini tempat umum bukan rumah kakeknya.

Tiba-tiba mataku berair membentuk aliran sungai dipipi,hatiku benar-benar remuk tercecer ,rasa sepi menyusup memasuki sela-sela kalbuku,begitu hampa dan kering ,bagai ladang tandus yang disinari sepuluh matahari , sebenarnya aku merindukan seseorang yang duduk disampingku ,yang membantuku menyelami kesusahan hidup ,aku rindu seseorang yang memberikan kehangatan cinta padaku ,yang pahami aku dan mengerti aku apa adanya ,kuhapus air yang mengalir dipipiku ,terkadang aku berpikir tuhan itu tidak adil ,kulihat wajahku di cermin ,kupalingkan wajahku cepat ,aku tersenyum getir ,jangankan orang lain ,akupun benci wajahku ini ,sebuah wajah yang ditumbuhi daging hitam besar dengan mata hampir keluar membuatku tidak ubahnya seperti monster ,entah dosa apa yang dilakukan orangtua ku hingga aku mendapatkan azab ini .

Kasih sayang !apaitu?aku tak pernah merasakannya sedikitpun keluargaku ,tetanggaku,semuanya membenciku semua meludah ,muntah seakan melihat seonggok daging busuk yang berjalan minta dikasihani ,tidak pernah ada yang peduli padaku,aku hanya seorang yang tidak pernah diharapkan di dunia ini. tiba-tiba pintu terbuka “hay ,monster kau apakan masakanmu ,lihat pelangganku termuntah-muntah memakan masakanmu”lanjutnya sambil menghantam pipi sebelah kiriku , aku meringis kecil sambil tetap tertunduk ,karena kau berbuat sesuatu yang membuat aku rugi ,kau tidak akan kuberi makan selama dua hari”lanjutnya lagi sambil tertawa terkekeh,aku hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun,walaupun dalam hatiku menjerit sakit ,kudengar pintu ditutup dan orang itu melangkah menjauh ,baru aku mendongakan wajah, sungai kecil kembali mengaliri pipiku,ampuni aku ya tuhan ,kapankah derita ini berakhir ?jeritku dalam hati ,aku menghisap rokokku lalu menjentikkannya ke tong sampah ,apinya bergemericik melibas kertas yang berserakan di lantai ,apinya terus membesar menjalar hingga gorden jendela.aku bergegas menuju ke ruang depan ,dengan gemetar aku mulai menyibakkan makanan yang masih baik di tempat sampah,airmataku tak henti-hentinya mengalir ,bersamaan dengan semakin luasnya api.

Sore itu hujan mulai mereda ,namun api masih berkobar-kobar di salah satu rumah makan sederhana,puluhan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api ,kerumunan orang memadati sekitar rumah makan ,tiba-tiba seorang wanita menyeruak masuk,matanya berkaca-kaca ,bibirnya gemetar ,”pak apakah ada yang selamat”tanyanya ,pemadam itu menggelengkan kepalanya ,wanita itu tak kuasa menahan airmatanya ,”pak ada yang selamat”teriak seseorang,wanita itu segera berlari ,terungging senyuman di bibirnya “Andre kmu selamat”serunya lembut,aku menoleh sebentar ,dengan refleks aku menutupi wajahkumemakai tangan ,dengan cepat wanita itu menyanggahnya ‘jangan.”serunya “jangan kamu tutupi mata indah itu”katanya lembut ,wanita itu menggenggam tanganku,wanita yang dulu selalu ku impikan,ribuan puisi kutulis untuknya,”maaf,ndre dulu aku nolak kamu,seharusnya aku tidak melihat fisik kamu ,tapi hati kamu ,sekarang aku sadar kalau kamu adalah seseorang yang berharga buat aku”lanjutnya ,aku tersenyum kecil,airmataku kembali mengalir ,sebuah rasa yang tidak pernah aku rasakan ,bibirku gemetar menahan tangis ,seakan tidak percaya apa yang kudengar ,sebuah mimpi yang menjadi nyata ,mmberikan hujan di ladang gersang dalam hatiku .terkadang kenyataan begitu indah daripada mimpi.

“…………………………..Andaikan cinta itu ada ,ku ingin berlabuh dari kesepian ini yang terasa begitu menyekat napas ,bila engkau punya cinta ,ijikanlah aku hanya untuk menyayangimu ,walau kau memunggungiku”

Tinggalkan Komentar