KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Surya sinarmu panas

dengan cambuk menggetarkan bulu kudukku

setiap celah hanya dirimu

Bulu-buluku tercabik-cabik, hangus

Aku terpanggang seperti daging sechuan.

Surya, sepanjang waktu korona di wajahmu

menikam nyaliku dengan pedang menghunus

neokorteks

Aku terkapar bersama riak ombak

di pulau kecemasan

dengan dahan dan ranting duri nestapa

Tapi matamu tetap menatapku dengan ganas

Seakan-akan tak menyisakan udara

di rongga paru-paruku.

Surya, walau kau tahu

udara ini adalah karunia

Tapi, kau membuatnya

menjadi komoditi.

Surya, surya….

Kau lihat kehendakmu

menjadikanku tombol-tombol enter

yang siap detekan.

Surya, tidakkah keadaanku

Membuatmu terinspirasi sesuatu?

Probolinggo, 1 Desember 2003

Tinggalkan Komentar