Episode Pulau……..Kecemasan
Agustus 21st, 2007 by Stebby Julionatan
Surya sinarmu panas
dengan cambuk menggetarkan bulu kudukku
setiap celah hanya dirimu
Bulu-buluku tercabik-cabik, hangus
Aku terpanggang seperti daging sechuan.
Surya, sepanjang waktu korona di wajahmu
menikam nyaliku dengan pedang menghunus
neokorteks
Aku terkapar bersama riak ombak
di pulau kecemasan
dengan dahan dan ranting duri nestapa
Tapi matamu tetap menatapku dengan ganas
Seakan-akan tak menyisakan udara
di rongga paru-paruku.
Surya, walau kau tahu
udara ini adalah karunia
Tapi, kau membuatnya
menjadi komoditi.
Surya, surya….
Kau lihat kehendakmu
menjadikanku tombol-tombol enter
yang siap detekan.
Surya, tidakkah keadaanku
Membuatmu terinspirasi sesuatu?
Probolinggo, 1 Desember 2003