KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

BE YOUR SELF

BE YOUR SELF! Tentunya kamu pernah mendengar kata tersebut keluar dari mulut sahabatmu, guru maupun pembimbing konseling yang ada di sekolah ketika kamu curhat pade mereka tentang masalah yang kamu hadapi. Tapi anehnya, ketika kamu mendapat jawaban seperti itu kamu malah tambah bingung sebab kamu sendiri belum tahu tempat pijakan self itu berada. Sadar atau tidak kita masih dengan gampangnya terpengaruh persepsi orang lain, bahkan tak jarang sebagian besar dari kita –karakternya terbentuk oleh cara pandang orang lain terhadap diri kita.

Saya punya sebuah ilustrasi yang dapat menggambarkan dengan jelas apa yang telah saya paparkan di atas. Beberapa tahun lalu, salah satu televisi swasta menayangkan serial drama remaja, Popular. Serial yang membidik kehidupan siswa SMU di Amrik ini mengisahkan bagaimana anak-anak dari kelompok minoritas berjuang agar dapat diterima oleh kawan-kawan sekolahnya dan tidak dianggap sebagai “makhluk aneh” yang pantas dilecehkan.

Salah satu tokohnya adalah Carmen. Ia pandai menari dan ia berharap setelah masuk SMU, ia dapat masuk tim pemandu sorak yang ada di sekolah agar bakatnya berkembang. Namun sayang, karena Carmen berasal dari golongan minoritas (tidak sekaya anggota tim pemandu sorak yang lainnya, tidak langsing, tidak suka menghabiskan uangnya untuk belanja) ia tidak diterima. Carmen berjuang keras agar ambisinya terwujud. Carmen memaksakan diri untuk menyewa apartemen, diit dan shopping di mall sepulang sekolah.

Sampai disini usahanya berhasil, Carmen diterima sebagai tim pemandu sorak di sekolahnya. Carmen memenangkan ambisinya, dan itu bagus. Tapi apa yang ia dapat? Apakah itu dirinya?

Carmen sangat salah ketika ia menyerahkan “remote hidup”nya kepada tim pemandu sorak. Ia telah membiarkan pengaruh orang lain menang atas dirinya. Untungnya dalam cerita ini akhirnya Carmen sadar bahwa dengan masuknya ia dalam tim, ia akan tetap menjadi bual-bualan anggota tim yang lain. “Ini bukan saya” kata Carmen.

Kamu pernah menjadi “Carmen”? Sudahlah itu sudah lewat. Sekarang marilah kita mengenal self dengan lebih baik.

Self atau fitrah atau untuk lebih kerennya desebut homo imago dei adalah sifat-sifat dasar yang melekat pada diri manusia sejak lahir. Baik atau buruknya manusia ditentukan oleh sadar atau tidaknya manusia itu akan tanggung jawab yang melekat pada dirinya sejak awal penciptaan.

Mudah-mudahan kamu pernah mendengar apa yang dikatakan Freud, bahwa alam sadar bagaikan fenomena gunung es. Ia hanya bagian puncak gunung yang menyembul di permukaan air laut. Dibawahnya masih ada alam prasadar dan alam bawah sadar yang masih bersembunyi di bawah lautan pikiran manusia.

Sekarang marilah kita lihat kaitannya denga persepsi orang lain kepada diri kita. Persepsi orang lain juga merupakan puncak gunung es dan jati diri yang sesungguhnya berada dalam diri kalian. Sesungguhnya yang mengenal diri kamu secara utuh adalah kamu sendiri. Yang mereka lihat, dengar dan rasakan adalah tak lebih dari 10 persen dari dirimu. Lalu mengapa kamu terpengaruh? Mengapa kamu tersusun atas persepsi orang lain.

Setelah kamu ketahui bahwa hanya diri kamu sendirilah yang tahu apa yang kamu inginkan. Mengapa kamu masih diam saja? Buatlah tujuan. Tulis apa yang ingin kamu raih. Tempelkan besar-besar pada dinding kamar, pilih tempat yang sering kamu lihat. Jadi dengan sering melihatnya kamu termotifasi dan selalu tetap berada dalam tujuanmu. Tentunya prinsip-prinsip yang kita ambil haruslah bersumber pada prinsip universal –bukan salah ke benar lagi, tetapi dari benar ke sangat benar/modern.

Setelah tujuan kamu tetapkan, sepertinya peribahasa “Biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu” bisa diterapkan. Kalian sudah mengenal dan mengerti homo imago dei. Ingat jangan terlalu reaktif, percayalah persepsi orang lain hanya seperti “kotoran hidung” yang melekat pada diri kita.

Terakhir buat apa membuat diri kita selalu disukai orang lain. Yang kita perlukan hanyalah mencari orang yang mau menerima kita apa adanya. (tby)

(tamat)

7 Responses to “BE YOUR SELF”

  1. on 13 Sep 2007 at 11:27iton

    iya dong..kita kan bukan orang lain..saya adalah saya, kamu dalah kamu, kalian adalah kalian….ngapain jadi orang lain…karena orang lain ngga sama dengan kita…banggalah jadi diri sendiri..karna klo kita jadi diri sendiri kita selalu merasa nyaman…dan juga berarti kita bersuyukur atas karunia yang tuhan berikan atas diri kita..bersyukur atas kekurangan dan kelebihannya…tulll..ngga…..

  2. on 23 Nov 2007 at 20:14agus

    Memang benar bahwa kita bukan orang lain,tapi susah juga ya.. kalau kita harus hidup sendiri karena tidak diterima oleh lingkungan kita yang disebabkan oleh kita yang dianggap berbeda dengan mereka.jadi apa salahnya juga kan kalau sekali-kali kita ikuti yang dipersepsikan oleh orang lain,asal jangna sampai terbawa terlalu jauh.ya ga’….

  3. on 03 Dec 2007 at 21:34kuLuy

    “klo mereka tidak menyukai qt itu adlah msalah mereka. .!!”

  4. on 21 Feb 2008 at 10:32caca

    iy si tp terkdng kt sndr sulit utk mengerti pa yang kt ingnkn selm ni

  5. on 27 Feb 2008 at 00:05BonX

    makasih buat comment2nya… ga nyangka aja dapet banyak tanggapan positif kaya gini dan tulisan ini banyak dicantol. thxzz….

  6. on 19 Apr 2008 at 14:24Tyza

    Uummmmhh….. Gimana ya??? Dulu gw pernah nyoba jadi orang lain (bukan cuma satu orang bahkan) yang disenengin orang banyak. Temen2 gw bilang gw ini ga punya pendirian. Sukanya ikut2an mulu. Mreka juga nyuruh gw bwt jadi diri sendiri. Tapi sekarang setelah gw jadi diri sendiri, apa yang gw lakuin tuh ga ada benernya di mata mreka. Gw tuh sama sekali ga dianggep. Dalam suatu forum, ga ada yg nanya ide gw. Kalu gw bener, mreka ga mw ngakuin. Tapi kalu gw bwt salah dikiiiit ajah, gw disalah2in kaya uda bikin dosa yg ga terampunkan. Kata mreka, sebenernya mreka cuma becanda. Tapi becanda mereka uda keterlaluan menurut gw. Kalu loe jadi gw, apa yg bakal loe lakuin??

  7. on 17 Oct 2009 at 17:46angga

    Trus kelian2 yang comment ini sudah jadi apa ?

Tinggalkan Komentar