KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sepah

Manis tidak lagi dirasakan..

Tawar, ya, hanya itu yang tersisa.

Mengapa tadi orang-orang begitu kagum..

Akan pesona dan kharismanya?

Padahal, jelas-jelas mereka tahu itu hanya sementara..

Hidup ini seperti permen karet..

Kau mengunyah indahnya hidup, bahkan racun

Detik demi detik kau rasakan sampai kau lupa diri..

Ketika itu sudah hambar kau baru menyadari..

Insanmu rusak

Tubuhmu hancur

Racun bertebaran dimana-mana…

Sepah..

Aku merasa begitu kecil dan tak berdaya..

Karena aku telah menjadi sepah..

Tak seharusnya aku membiarkan maduku dirampas

Sampai tak tersisa..

Hanya malu yang bisa kubawa

Kini tinggal ratapan dan tangisan

Hinggap di langit-langit

Yang sedang kutatapi..

Buat apa aku pertahankan..

Toh, akhirnya jadi sepah juga..

Hidup bagai permainan…

Tinggalkan Komentar