Manis tidak lagi dirasakan..
Tawar, ya, hanya itu yang tersisa.
Mengapa tadi orang-orang begitu kagum..
Akan pesona dan kharismanya?
Padahal, jelas-jelas mereka tahu itu hanya sementara..
Hidup ini seperti permen karet..
Kau mengunyah indahnya hidup, bahkan racun
Detik demi detik kau rasakan sampai kau lupa diri..
Ketika itu sudah hambar kau baru menyadari..
Insanmu rusak
Tubuhmu hancur
Racun bertebaran dimana-mana…
Sepah..
Aku merasa begitu kecil dan tak berdaya..
Karena aku telah menjadi sepah..
Tak seharusnya aku membiarkan maduku dirampas
Sampai tak tersisa..
Hanya malu yang bisa kubawa
Kini tinggal ratapan dan tangisan
Hinggap di langit-langit
Yang sedang kutatapi..
Buat apa aku pertahankan..
Toh, akhirnya jadi sepah juga..
Hidup bagai permainan…