Renungan Tanpa Arah
Agustus 20th, 2007 by prince-adi
Teringat pada sebuah ikrar yang pernah kuyakinkan dalam hati
sebuah untaian kalimat dari CJ Dawson :
Promise myself ……
To be strong that nothing can disturb your peace mind …
To talk health, happiness, and prosperity to every person that you meet …
To make all your friends feel that there is something in them …
To look the sunny side of everything and make your optimism come true …
To think only the best, to work only the best, and expect only the best …
To be just as enthusiastic about the success of others as you are about your own …
To forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future
To wear a cheerful countenance at all times and give every living creature you meet a smile …
To give so much time to the improvement of yourself, that you have no time to criticize others
To be too large for worry, too noble for anger, too strong for fear, ant too happy to permit the presence of trouble
Kini …
aku bertanya pada diriku…
sudahkah aku seperti itu???
sudahkah aku tersenyum dg tulus dan memberikan kebahagiaan pada sahabat-sahabatku???
Sungguh …
bagiku, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaanku juga … duka kalian..adalah dukaku juga…..
tapi….arogansiku secara sengaja atau tidak sengaja mungkin pernah menyinggung kalian…
sahabat….bisakah kalian memaafkan khilafku???
Teringat sebuah kalimat …
“Ukhuwah itu takkan ada tanpa keimanan”
Adakah ukhuwah di antara kita???
Jika ukhuwah itu belum ada, berarti kita belum beriman….
Sahabat …, ku tanyakan pada diriku sendiri. “Bagaimanakah imanku???”
Kurenungkan. Dan lagi-lagi isak tangis menyelimuti hati….
Sahabat …, kedudukan kalian di hatiku sudah teramat dalam … sesaat aku ingin pergi … dan aku memang harus pergi…..tetapi..kenapa kalian seolah merantai hatiku???
Sahabat … jika kalian bersedia … yah … tolong ajari aku hakekat dari hidup ini…..
Sahabat … hinalah aku … dan jangan memujiku…sebab setiap pujian itu..bagiku..seperti cambuk yang menghantam qalbuku …
Ibnu Ata’illah berkata : “Orang-orang memujimu karena sesuatu yang mereka kira ada padamu, maka celalah dirimu karena sesuatu yang kamu tahu ada padamu (Tapi mereka tidak tahu)”
Sahabat …
Orang yang dikagumi ada dalam wilayah berbahaya karena ia mungkin menganggap dirinya sebagai orang yang benar-benar memiliki sifat yang terpuji. segala sifat dan atribut yang terpuji hanya milik Tuhan …, sedangkan sifat essensial jiwa adalah hina dan jahat. Setiap ada pujian maka di kedalaman jiwa ini terlihat kelemahan-kelamahan dan kesalahan-kesalahan ….
Sahabat …
maafkan aku kalo aku terlalu banyak bicara …
tapi inilah aku ….
Terima kasih sahabat..telah meluangkan kata untuk membca sampah hati ini..