Petani, Bisakah Kau Mencangkul Awan?
Agustus 20th, 2007 by Stebby Julionatan
-untuk Eska
Urat-urat tanah
terima mereka dari damparan arus laut
Pohon-pohon beton
Rerumputan besi dan tembaga.
Sungguh…
Merpati-merpati itu tidak
terbang jauh untuk melihat hutan-hutan neon
atau menatap pada genangan ter
ketika sungai telah bercampur darah waktu.
Hanya kerinduan yang membuat mereka
terbang beribu-ribu mil untuk melihat Sang Surya
“Di mana kamu?” Rintih mereka.
sebab awan telah menyembunyikan wajahnya.
Petani, bisakah kau mencangkul awan?
atau membajaknya sekalian agar dia gembur lebur
sehingga berkas sinarnya dapat terhisap oleh tubuh mereka.
Oktober, 2004.