Matahari menyinari tubuhku yang teronggok kaku di jalan
Tak ada yang menangis ataupun peduli
Hanya terasa perih dalam dada yang telah robek ini
Dingin dalam hatiku yang telah mati
Aku terdiam dalam kebisuan
Tak sanggup untuk sedikit mencaci kaki-kaki yang menginjak-injak tubuhku yang telah mati
Tak sanggup untuk menjatuhkan tetes-tetes air mata dari kelopak mataku yang telah tertutup rapat
Terombang-ambing di antara waktu yang tak pernah berhenti berputar dan dunia yang tak kukenal
Aku menangis dalam kebisuan
Tak dapat maju ataupun mundur
Tak dapat melihat ke depan atau menengok ke belakang
Hanya tertinggal sesal dalam dada
Kalau saja waktu itu…
Kalau saja hari itu….
Kalau saja saat itu…
Kalau saja………..
Beribu kata sesal tertinggal dalam kepalaku yang telah hancur
Tersangkut dalam tenggorokanku yang meradang karena ribuan rokok yang telah puas kuhisap
Mengalir dalam darahku yang kotor dengan racun
Dan mengendap dalam hatiku yang rusak karena alkohol
Aku tak sanggup lagi untuk hidup tapi tak mampu jua untuk mati
Aku ingin berjuang tapi tak punya cukup semangat untuk bangkit
Aku pun ingin melihat dunia layaknya orang lain melihat dunia
Tapi apakah ada yang peduli?