Mawar Harapanku
Agustus 20th, 2007 by Ceko
Bungaku…
Tidakkah engkau mengerti? Hanya dirimulah yang ingin kupetik
Aku tak takut tertusuk duri kebencianmu
Yang akan melukai dan menyayat hatiku
Kembangku…
Haruskah kuulang permohonanku?
Memintamu wahai perhiasan cinta!
Untuk kusimpan di samping prasasti yang sejak lama mengukir indah namamu
Dan tetap indah walau waktu berusaha menghapusnya
Bungaku…
Aku memang kumbang yang kotor
Yang selalu hidup di antara Harapan dan Penantian
Aku hanya bisa menyaksikan dirimu dari kejauhan
Sedang dipersunting oleh kumbang-kumbang gagah
Bermahkota intan nan berkilauan
Mereka dan mengemis padamu agar kau sudi
Untuk tinggal di Taman Impiannya yang menjanjikan kebahagiaan
Kembangku…
Tak kuhiraukan lelah yang membujukku untuk berhenti berharap
Kusingkirkan kesal yang tak mengerti makna menanti
Kuterpa semua godaan yang datang menghadang
Bahkan kubunuh sesal yang terus membayangi dan ragu yang selalu mengganggu
Namun aku tetap sama seperti dulu
Tetap kumbang yang kotor yang masih dalam Pengharapan dan Penantian
Mawarku…
Yang merah saat kupandang
Dan tetap merah saat kumenghilang
Kini aku kembali datang
Ingin melihat warna abadimu
Apakah kau tetap merah dan bersemi
Di antara kembang-kembang dan bunga-bunga yang berwarna-warni
Mawarku…
Kenapa engkau masih belum mengenaliku?
Yang selalu menyinarimu dengan cahaya cinta yang memang pun redup
Kenapa kau masih juga meragukanku?
Yang selalu memberikan setes air kasih setiap kali engkau layu
Dengan sejuta rasa yang kupunya
Kuidamkan sedikit….saja rasa cintamu kepadaku
Aku tahu, mungkin karena aku kumbang yang kotor
Yang masih bertahan hidup karena terus menerus berharap dan menanti
31 Januari 02