Farisya
Agustus 20th, 2007 by light_2017
Farisya…
Lihatlah, rembulan masih berthawaf di orbitnya di sepanjang sajadah falak-falak ghaib
Lihatlah, jari-jemariku mash terbelenggu rantai harapan
hanya untuk sekedar menulis satu bait puisi saja
aku harus memaksa butir air mata meresap
menuruni cembung pipi ini…
Lihatlah, t’lah kucipta simfoni kemaha-bosanan
dalam menanti kembalimu…
Aku sudah bosan, Sya!
Aku tidak mau kisahku dan kisahmu ini layaknya kisah para pencinta terdahulu,
yang robek di lembar pertama sebuah novel, tragis !
Kembalilah segera agar alam yang mati hidup kembali
Kembalilah agar semilir angin yang sedari dulu malas terbang
agar mau memberi kesegaran bagi para kafilah-kafilan di tengah samudera pasir
Kembalilah,
agar butir-butir embun yang masihbergayut di pucuk-pucuk daun
segera jatuh menimpa bumi,
agar lelehan magma kerinduan ini tidak segera meluap kegirangan…
Kutunggu, kau di batas malam…
***
Cianjur, 26 Mei 2007
mga ibu sht slalu……………………