Hampa….Kosong….Munafik !!!
Agustus 19th, 2007 by Ayu ratna Wulandari
Aku seorang gadis yang munafik. Fisikku tertutup tapi hati dan jiwaku tidak. Bisa dikatakan penutup tubuh ini hanya sebuah penutup kedok. Kedok dari seorang gadis yang hanya mampu jujur tentang apa yang dia rasakan pada satu Dzat. Tapi, adakah Dzat itu mendengar setiap tangis hati yang selalu terdengar pilu? Nyatanya, hingga saat ini aku masih belum terangkat dari tubuh hina ini. Jika boleh aku menentukan aku ingin setiap hembusan angin dapat membawaku terbang jauh ke tempat-Nya. Aku tidak peduli siapa yang akan menyumbangkan air matanya untuk kematianku. Aku tidak peduli dimana jiwa ini akan singgah. Aku hanya ingin ada dalam dekapan hangat-Nya. Tapi, semua itu tidak pernah terjadi walau dalam angan sekalipun.
Lihatlah!!!
Bahkan saat ini aku ada dalam cumbuan seorang pria yang aku cinta. dia selalu berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku. Walau jarak selalu ada di antara kami. Aku selalu tenggelam dalam sejuta khayal cinta. Aku selalu terlena dan luluh dalam pelukannya, kecupannya, belaiannya, dan hasrat nafsu yang ada. Entah mengapa aku tidak mampu menghindarinya. Aku selalu ingin merasakan setiap detikku dengan semua naluri sepasang remaja.
Penuh gelora…
Penuh hasrat…
Dan nafsu…
Pada awalnya aku hanya seorang gadis yang tidak pernah tahu kejamnya dunia luar dengan beraneka ragam hedonismenya. Yang aku tahu hanyalah sebuah ketenangan yang sedetikpun aku tidak pernah menyadarinya. Hingga aku menemukan sosok yang aku damba. Aku hanya mampu menyimpannya dalam hati hingga ia mengetahui dengan sendirinya. Sebuah komitmen indah telah terpatri. Oh, Tuhan inikah cinta yang kau hadirkan untukku? Aku akan menjaganya dengan baik tentunya dengan cinta-Mu jua Ya Robb…. Aku juga seorang gadis yang tidak pernah tahu bagaimana rasa sebuah kecupan di bibir. Aku hanya berani membayangkannya saja. Tapi, takut untuk melakukannya. hah….! ternyata ketakutan itu hanya untuk sementara saja aku rasakan. Bahkan dari kecupan lembut itulah yang membawaku kini berbaring dengan sosok yang kudamba. Tanpa sehelai kainpun!!! Aku tidak pernah bisa memungkiri semua. Bahwa aku juga menikmati cumbuan cinta ini. Entahlah! sampai kapan aku bisa bertahan dengan keadaaan ini. Sampai hari ini ’selaput dara’ ku masih terjaga. Aku masih selalu ingat tentang Dia saat kepuasan telah tercapai dengan cara kami sendiri.
Lihatlah!!!
Wahai Engkau Yang Maha Mengetahui…!
Aku masih bisa mengingatMu walau dalam keadaan yang sangat hina ini! Aku masih bisa berdoa pada-Mu untuk menjaga ’selaput dara’ ku. Aku masih bisa menjaga cintaku untuknya. Aku masih bisa mendendangkan syair RahmatMu dalam setiap panggilanmu. Aku masih bisa selalu mengirim doa untuk ke dua orang tuaku! Bahkan aku masih bisa menutup setiap tubuhku dengan pakaian tertutup! Tapi, kapan aku bisa menerima uluran Cinta-Mu? Kapan Ya Robb…?
Kadang aku tidak bisa membedakan mana yang dikatakan cinta dan mana yang dikatakan nafsu belaka. Mengapa aku merasa itu semua tidak ada bedanya? Jelaskan padaku! Apa yang harus aku lakukan? Apa aku hanya bisa meratap dan menangisi keadaanku? AKU LELAH !!! AKU LELAH DENGAN SEGALA PENYESALAN !!!
Apakah aku harus menunggu dan selalu menunggu? Hingga ku merasakan hidupku yang kian tertatih lalu jatuh tersungkur dan terseok-seok untuk melalui jalan-Mu? Apakah Kau tahu untuk apa? Hanya untuk menggapai setitik cahaya yang menari kian bahagia di pelupuk mataku!!!
Lihatlah !!!
Setiap detik waktu selalu menertawakan aku! Menertawakan setiap kepiluanku! Hhhh…Semua itu kian mencabik jiwaku! Makin menghancurkan asa yang hanya tinggal serpihan yang sangat tidak berarti. Aku tidak pernah habis berfikir! Mengapa aku tidak seberdaya ini? Jiwa ini tidak ingin terlalu lama tinggal di tubuh yang kosong dan hampa tanpa asa yang menghadirinya. Jiwa ini terlalu tersiksa. Aku tidak peduli manusia mau bilang apa?! Mereka hanyalah sebuah boneka yang memerankan setiap peran yang telah Kau tetapkan. Mereka tidak akan pernah mendengar setiap tangis piluku. Mereka tidak akan tahu bahwa kehidupan ini sebenarnya tidak berarti apa-apa !!!
Mengapa Kau hanya diam?
Apa aku tidak boleh berkata seperti ini?
Apakah Kau merasa di tuntut olehku?
Sebenarnya Kau selalu mengetahui bahwa tuntutanku ini tidak berarti apa-apa bagi-Mu. Karna aku hanyalah benalu yang tidak tahu diri. Aku sudah tak mampu mendongakkan wajahku untuk menghadap-Mu. Aku sudah tidak mampu mengangkat kedua tanganku untuk meminta segala-Nya darimu. Aku sangat malu !!! Tolonglah aku! Angkatlah aku dari derita ini, dari kehampaan, dan dari kekosongan jiwa. Aku sudah tidak mampu untuk berbuat apa-apa lagi Ya Robb…Aku merasa semua yang tercipta untukku bukanlah milikku. Semua telah pergi begitu saja. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui tentang diriku…
Aku sangat merindukan-Mu ya Robb…
Ku merindukan cinta dan Rahmat-Mu…
Aku mendambakan peluk hangat Cinta dan Kasih-Mu…
Aku sangat rindu….