Ketika Penghinaan
Menjadi nikmat
Keluar tanpa henti
Betapa mudah
Tanpa disadari
Membuka kunci
Melepaskan simpul-simpul rumit
Mengoyak kesabaran
Sang Khaliq tanpa lelah
Menutup lagi pintu-pintu terbuka
Memasang lagi simpul-simpul itu
Ketika hati merangkul nista
Padam mewangi darah
Perasaan itu sirna
Karena tangan-Nya