KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Digenggamku sebutir beras yang melebihi bakul
Berjunjung awan serendah pinggul
Sesekali memendam tetesan embun-embun
Dan ini menuju ujung yang pangkalnya bibir dandang
Aku sigap memperawaninya dalam kecupan
Penolakan manalah mampu membuatku gentar
Mengulangnya, hingga tangan di sudut jalan kembali melambai

Harusnya sampai disini aku akhiri
Tapi langkah selalu membelok arah
Meski tak memiliki kompas dan pengetahuan arah barat selatan
Aku percayakan mata hati menjadi kaki
Yang mendengar pasti terbahak dengan cemoohan
Mereka meragukan langkah yang tiap sisinya di antara kesalahan dan kebenaran
Tapi aku bangga, inilah aku manusia biasa
Menapaki kecil, tumbuh, besar, tua tak berdaya, dan mati
Dan sebelum akhir yang menggelikan entah kapan
Aku mencoba yang haram hingga terasa nikmatnya halal
Meyulam lukisan dosa untuk dasar gambar kebaikan dalam ibadah yang mendalam
Membuang Tuhan untuk kemudian merasa dahsyatnya keterpurukan tanpa tuntunan
Membiasakan dunia sebagai tujuan hingga tertikam mimpi jahanam

Sebentar pulangkanlah hatiku beserta deret dermawan
Temukanlah aku dengan semua yang tertinggal dalam perjalanan
Bekal maupun kenangan yang rekamannya telah alam lupakan
Seperti saat tangisan lalu didentumkan adzan pertama sebagai awalan keikhlasan
Atau saat syahdu menyentuhkan kening dalam naungan musholla mungil
Dan teringatlah aku akan sulitnya membuka mata kala pagi buta menyantap bekal puasa
Mejalani sore dengan becek pasar disusul aroma kandang kambing yang sedap
Saatnya pulang bersama sombong karena lulus imta, dan besok akan ganti iqra jilid berikutnya

Terlalu banyak hingga terlupa urutan angka diucap kawan
Daun mangga tiap jenisnya nampak serupa sepanjang masa permudaan
Aku pungut keping benda berserak bersama arak-arak
Sedikit menyakiti segumpal daging dibalik tulang rusuk
Malu tangan bertengadah karena kram di posisi tamak
Buatlah aku selalu pulang terkenang damai meski sebentar
Agar sadar tentang pengabdian hidup seorang fakir

Tinggalkan Komentar