KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pengalaman di Negri Palm

Sudah 3 bulan lamanya, kami berada di negri asing yang tidak kami kenal. Mungkin, kalian tak akan percaya bagaimana kami berempat bisa masuk ke negri asing ini. Mulanya, kami mendengar ada seseorang yang memanggil kami dari mimpi. Begitu terbangun, kami sudah berada di negri ini.

Negri ini tampak aneh, orang-orang menyebut negri ini dengan sebutan Palm. Terlebih anehnya lagi, mereka menganggap kami sebagai seorang Guardian (penjaga).  Aku-Guardian api, Rei-Guardian air, Might-Guardian tanah, Jack-Guardian angin.

“Sudah kubilang, aku bukanlah Guardian api!”,  seru Shierra.

“Oh tolonglah Guardian api! Negri ini dalam bahaya tanpa bantuanmu….”, kata seorang penduduk desa yang tinggal di desa bernama Kana.

“Kalian ini ada-ada saja. Aku bisa apa? Aku tak bisa apa-apa…Olahraga saja aku lemah. Melawan raksasa laut, itu tidak mungkin!”, seru Shierra.

“Guardian api, bantulah kami…Kami tahu, hanya kamu yang bisa menolong kami dari amukan raksasa laut”, kata penduduk desa lainnya.

“Itu tidak mungkin! Itu tidak mungkin! Apa kalian tidak mengerti!?”, tanya Shierra sebenarnya ada rada kesal.

“Guardian api! Hanya kau yang bisa membantu desa ini…!”

“Tolonglah Guardian api”

“Tolonglah. Guardian air, tanah, dan angin telah menjalankan tugas mereka untuk melindungi desa dimana mereka terpanggil, tetapi kamu, Guardian api, tidakkah kamu mau menolong desa ini?”, tanya salah seorang penduduk desa Kana.

“Dengar! Aku tidak seperti mereka… Aku tidak mau mati konyol, mati karena melawan raksasa laut”, kata Shierra.

Tiba-tiba raksasa laut datang.

“Akan kuhancurkan desa ini…karena kalian telah membunuh anakku”, kata raksasa laut yang mengamuk.

“Raksasa laut, kau tak akan lepas. Kami sudah punya Guardian api untuk melindungi desa ini”, kata para penduduk desa Kana.

“Enak saja. Siapa bilang aku mau membantu”, kata Shierra.

“Kau Guardian api?”, tanya raksasa laut.

“Bukan”, jawab Shierra.

“Iya. Dialah adalah Guardian api.  Guardian api, tolonglah kami…..”, kata para penduduk desa.

“Aku bukan-bukan Guardian api”, kata Shierra.

“Kau orang pertama yang akan kumakan, Guardian api”, kata raksasa laut.

“Bukankah sudah kubilang, aku bukanlah Guardian api?”, tanya Shierra.

“Hmph…goarrrrrr……..”, raksasa laut marah.

“Sial, kalau seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu”, kata Shierra.

Raksasa laut mulai menghancurkan satu persatu rumah dan para penduduk berteriak histeris.

“Mengapa, mereka bisa menghancurkan raksasa lainnya. Adakah kekuatan yang tersembunyi jika aku benar-benar adalah Guardian api? FIRE!!!”, teriak Shierra menspell magic. Namun magic yang dispell Shierra tak kunjung keluar.

“Hah? Kupikir dalam cerita, Guardian api bisa mengeluarkan magic Fire”, kata Shierra dalam hati.

Raksasa laut tertawa melihat Shierra.

“Tidak, jika begini gawat. Aku tak mau mati…”, kata Shierra.

Tiba-tiba terdengar suara samar-samar.

“Gunakan spell untuk mengurung dia. Kau pasti bisa karena kau adalah Guardian api….”

“Spell…spell apa?”, tanya Shierra dalam hati.

“Sekarang saatnya, aku akan memakanmu”, kata raksasa laut itu yang mulai menjulurkan lidahnya.

“Neraka api! Bakarlah!!!”, seru Shierra melontarkan Spell itu ke raksasa laut.

Raksasa laut pun rubuh ke tanah.

“Hore! Guardian api, Kau hebat!”, kata anak kecil yang merupakan penduduk desa kota Kana.

“Benarkah? Hmmph aku tak merasa seperti itu…tapi untunglah”, kata Shierra yang bernapas lega, raksasa laut itu sudah dikalahkan.

“Guardian api, setelah ini masih ada tugas yang harus kamu lakukan”, kata penduduk desa Kana.

“Tugas? Tidak! Aku mau pulang! Maya mana Maya? Kalau kau bisa memanggilku kemari, kau juga pasti bisa mengembalikan aku!”, seru Shierra.

Maya pun tiba-tiba muncul.

“Guardian api tampaknya kamu yang paling berbeda dari Guardian lainnya. Kau tenang saja, setelah kau menyelesaikan 50 tugas, aku akan mengembalikanmu ke dunia yang sebenarnya”, kata Maya sambil tertawa kecil.

“Apa!? 5 0 tugas….tak mungkin. Ujian bahasa Inggrisku….”, kata Shierra.

“Hmph…kau tenang saja, disini tak mengenal waktu karena sebenarnya negri Palm adalah negri mimpi….Nikmati saja perjalananmu di negri Palm, guardian api”, kata Maya.

“Aku ingin bertemu dengan guardian air, angin, dan tanah”, kata Shierra.

“Tentu saja kamu bisa. Sebagai catatan perlu kuberitahu padamu….Guardian air telah menyelesaikan 10 tugas, Guardian angin 9 tugas, guardian tanah 11 tugas, dan terakhir guardian api 1 tugas. Laporan selesai”

“Ah….Sial. Ya sudahlah, selama aku disini, aku nikmati saja perjalananku”

 2 tahun sudah mereka di negri Palm, mereka pun kembali ke negri mereka sebenarnya.

“Eh ini….?”, tanya Shierra begitu terbangun di kamarnya.

“Ada apa, Shierra?”, tanya sang ibu.

“Tidak! Tidak ada apa-apa”, jawab Shierra.

“Shierra, kamu sudah mempersiapkan diri untuk ujian bahasa inggris?”, tanya sang ibu.

“Sudah…”, jawab Shierra.

Setelah ini Shierra dan kawan-kawan menjalani kehidupan seperti biasanya dan mereka seumur hidup tidak bisa melupakan ada kenangan di negri Palm.

3 Responses to “Pengalaman di Negri Palm”

  1. on 10 Oct 2007 at 13:46Rtee

    wah……
    aq tertarik karena nama anaqu kelak Shierra…..

  2. on 10 Mar 2009 at 21:10DJ_Niniiet

    waduuhh,,
    crita nyha mnariik bangetdh..
    adha kocak nyha pzz Shierra tauu klauu diy bruu slesaii 1tgs adz..

    hehehehehe’

    =]

  3. on 09 Oct 2009 at 10:45bib echa

    bagus tuh..serasa ada di planet laen..
    =)

Tinggalkan Komentar