KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jam enam sore, ketika lampu dunia mulai redup. Mataku menatap lekat pada langkah terseok dari seorang gadis kecil berumur tidak lebih dari enam tahun. Kotor dan bajunya bolong disana-sini. Di tentengnya gitar kecil sambil sesekali dia mainkan dengan diiringi nyanyian kecil yang… ups!!! maaf, mungkin dan sangat mungkin bau sekali mulutnya.

Lampu perempatan di depok dua dekat tugu yang ada jamnya menyala hijau dan belum
sempat   kuseberangi  perempatan itu, lampu telah   kembali merah. Padat seperti biasa
dengan angkot yang berhenti seenaknya. Tidak seenaknya sendiri sih, karena mereka
pun berhenti karena dengan seenaknya pula  para penumpang menunggui mereka
diperempatan, dibelokan, bahkan minta turun ditengah jalan, hmmm….ada yang salah,
atau siapa yang salah? toh juga karena para polisi itu membiarkan kejadian itu karena mereka dapat setoran dari kesalahan biasa para supir angkot itu. Mataku kembali memperhatikan gadis kecil yang kotor dan saya kira sangat bau yang kini tengah berlari menghampiri angkot yang berada paling ujung garis sebrang. Sekejap kemudian tubuh kecilnya nangkring disela pintu masuk mobil lalu memainkan gitar dan diiringi suara
lantangnya yang…asyik juga buat dinikmati.

Ini bulan ketujuh dimana setiap lima hari dalam seminggu setiap jam enam sore aku
memergokinyamelakukan hal yang sama. Hal yang sungguh mungkin tidak menyenangkan
buat anak seusianya. Tapi….tak pernah sekalipun aku melihat ada gurat ketidaksenangan
dimukanya setiap kali kaki-kaki kecilnya berlari mengejar angkot, tangan kecilnya
memetik senar-senar gitar kecil yang entah apa namanya dan mulut baunya melengking
bernyanyi. Bahagiakah???
Pertanyaan yang aku sendiri belum tahu jawabannya, karena seringkali kulihat dia bersenda gurau dengan empat sampai lima anak seusianya ketika menunggu lampu
perempatan berwarna merah, yang bagiku mungkin tumpah air mataku bila saja
mereka adalah adik-adik kandungku, anakku atau seseorang yang aku cintai….
bergembiralah mataku menangis gembira  melihatnya.

Tinggalkan Komentar