Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Agustus 30th, 2007 No Comments »
Kibar hentakan kharismamu…
Di ujung tombak kemerdekaan
Pada hakikatnya kini…
Engkau masih terjajah…
Campur aduk ideology
Hedonisme
Kapitalisme
Liberalisme
Nepotisme
Baratisme
Atheisme
Dan segala cengkram belenggu
Atas nama
HAK ASASI MANUSIA!
Tunjukkan jayamu
Bila sekarang makna tujuh belas delapan empat lima
Telah berkobar
Hari ini dunia mengagungkanmu
Hari ini negeri memujimu
Hari ini rakyat menjagamu
Posted in Puisi on Agustus 29th, 2007 1 Comment »
Kudengar pelangi bernyanyi
Kudengar awan berdendang
Hanya bagiku seorang
Kudengar denting kecapi
Mengusir rasa sepi
Yang mengganjal di hati
Ku berdiri terpaku
Mengamati ombak berkejaran di tepi laut
Ku sendiri lagi
Hanya aku dan imajinasi
Permanent link to this post (36 words, estimated 9 secs reading time)
Posted in Puisi, Jeritan on Agustus 29th, 2007 No Comments »
Tolong!
Jiwaku terjebak di bawah kolong
Terkekang kelam malam
Terhalang bayangan gelap masa silam
Ketika murai bernyanyi
aku hanya bisa mendengarkan
dalam diam
Saat kupu - kupu bermetamorfosa
Aku hanya bisa memperhatikan
Dan tercengang
Haruskah kuakui diriku kesepian
Tak ada teman maupun hiburan
Tak ada ilmu dan pendidikan
Aku terkurung dan terkekang
merindukan pengalaman
Permanent link to this post (55 words, estimated 13 secs reading time)
Posted in Puisi on Agustus 29th, 2007 No Comments »
Kubentangkan dua tangan
hati turut pula berlari
meraup cahaya yang memancar
dari mata indahmu
Semakin hari kian terasa
waktu dan ruangku tak kuasa menahan
karena kasmaran telah merasuk urat nadi
Desah nafasku pun dalam detak jantungmu
Derai tawamu menjadi fajar jiwaku
Posted in Puisi on Agustus 27th, 2007 No Comments »
cinta aku tak mengerti cinta
sebuah rasa berkesan indah
tapi tak mengenal isinya
setiap hari ku bertemu cinta
setiap hari ku bertemu cinta
tapi ku tak tau yang mana rasa cinta?
aku bingung,aku resah,aku bimbang,ku galau
ku senang,diri bahagia ,apa ini cinta?
bila benar ini cinta
berikanlah ku terus cinta
jangan pernah hentikan
Posted in Puisi on Agustus 27th, 2007 No Comments »
tiada ranting yang rimbun
daunpun berguguran
airmatapun kering
tiada tetes embun turun
saat itu kemarau yang datang
hati berdebu dan gersang
curah hujan tiada turun
tiada pohon yang rindang
tempat berteduh diri
air matapun kering
suara hatipun bisu
saat itu kemarau yang datang
bila hati terasa sendu
cahaya mentari terasa semu
menyinari jiwa ini
Posted in Puisi on Agustus 27th, 2007 No Comments »
di malam bertabur cahaya
tak tahu bagaimana entah kenapa
ku seakan mati beku penuh suka
saat pertama ku melihatmu
satu-satunya wanita yang kukenal
yang dapat berikan rasa yang begitu pekat
menyentuh dasar lubang di hati
meraba kesunyian kalbu yang tak kunjung mengabu
Posted in Puisi on Agustus 25th, 2007 5 Comments »
Kalau kamu adalah akuapakah kira-kira yang akan kamu lakukan?
Kalau kamu adalah aku
apakah kamu akan mengambil langkah yang berbeda dari jalanku?
Kalau kamu adalah aku
apakah kamu dapat melihatnya dari ujung matamu?
Kalau kamu adalah aku
Mungkin tak perlu dipertanyakan lagi pertanyaan yang tak berarti
Posted in Cerpen on Agustus 25th, 2007 No Comments »
Hujan turun dengan derasnya ,tak peduli apa yang dilaluinya ,apapun yang menghalanginya ,airnya yang jatuh ke tanah terpencar seakan berlari untuk bergabung dengan genangn air lainnya ,aku menarik napas panjang,bertahun-tahun aku selalu menatap hujan dibalik kaca ditemani tembakau berasap yang selalu setia dihisap,aku memalingkan wajah menatap pintu besar yang tak kunjung terbuka ,perutku sudah memanggil-manggil minta diisi ,kemana si bos ?pikirku mulai tak sabar ,kembali kuhisap rokok ditanganku,apinya bergemericik terhisap melibas tembakau-tembakau kecil yang tak berdosa. aku kembali terbawa suasana,pikiranku menerawang ke waktu lalu, ku tersenyum kecut, selama kurang lebih 35 tahun aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang kualami ,teringat kembali akan seorang wanita cantik berambut ikal yang dulu pernah singgah di hatiku,diam-diam kutulis ribuan puisi untuknya,bertumpuk bersama debu dan sarang laba-laba ,aku menghela napas panjang , sebuah kenangan yang pertama sekaligus yang terakhir bagiku,aku terusik oleh suara gaduh di depan kamarku,beberapa remaja mendorong sebuah mobil yang mogok ,bodoh!pikirku buat apa mereka susah-susah membantu orang yang tak dikenal,para pemuda itu saling bercanda, dibelakangnya sepasang muda-mudi saling bercumbu,aku kembali meringis ,entah apa?perasaanku berkecamuk rusuh .tolol !pikirku ,apa mereka tak liat ini tempat umum bukan rumah kakeknya.
Posted in Puisi on Agustus 25th, 2007 1 Comment »
aku diam dalam malam
terduduk menatap kelam
yang dulu hitam suram
memudar perlahan-lahan
hujan dihati mulai mereda
jiwa yang kosong mulai bernada
rasa yang dulu pernah ada
yang kurasakan penuh kata
karna seorang wanita
kini kembali dan kurasakan