Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Puisi on Juli 17th, 2007 No Comments »
Aku tak bisa meraba
Saat harapan adalah kenyataan
Puisi bukanlah mimpi
Karena kata-kata adalah kehidupan
Di ujung pena tergores syair indah
Sedang ujung pedang mengalirkan darah
Aku kan diam dan kembali menyendiri
Akan kucari prestasi
Dalam kesendirian
Jika hiruk pikuk menawarkan pesta
Dan kensunyian menawarkan rendah diri
Aku memilih diam
Untuk bisa bicara
Tentang indahnya tengah malam
Posted in Puisi on Juli 17th, 2007 No Comments »
Ya Mutakabbir…,
Jangan biarkan aku dibesarkan oleh makhluq-Mu
Terlalu banyak hutang budiku pada mereka
Sedang diri tak yakin mampu membalasnya
Selain bersandar pada kebesaran-Mu
Bebaskan aku dari menyakiti hamba-Mu
Agar tak kenal dendam dan kejahatan
Jika kedunguanku karena tak terbatasnya ‘ilmu-Mu
Jadikan saudara-saudaraku pintar dan tinggi derajatnya
Hingga tak perlu iri dengan kenistaanku
Posted in Puisi on Juli 17th, 2007 No Comments »
Jadikan bahasa dan perbuatanku syair firman-Mu
Tanamkan bunga-bunga kehidupan
Tumbuhkan gairah mencumbu dalam pot percintaan
Buat harmoni dalam gerak dan nada melodiWalau telah jelas thariqat yang harus kulalui
Adakah syaraf yang hilang dari indraku
Eter yang terlalu lembut saat kucium
This is a preview of
Wahai Dzat Djamil yang Mencintai Keindahan
.
Read the full post (61 words, estimated 15 secs reading time)
Posted in Puisi on Juli 15th, 2007 No Comments »
Ingin sekali aku membantu
Membantu anak-anak yang tidak mampu
Anak-anak yang sekolahnya terbeban
Tetapi tersangkut masalah biaya
Tapi kemampuanku terbatas
Aku juga kurang mampu
Semoga harapan anak-anak tersebut
Bisa terpenuhi dengan cepat
Bukan saja cita-citaku untuk membantu mereka
Posted in Puisi, Asa, Motivasi Diri on Juli 15th, 2007 4 Comments »
Aku sadar, hidup tak selalu indah
Aku sadar, tak semua harapan bisa terwujud
Dan aku tahu pasti, saat berharap harus siap kecewa
Tapi aku tak bisa lepas dari harapan itu
Ya…manusia memang selalu dibayangi harapan
Harapan untuk hidup, bahagia, dan disayangi
Bagian utara Californio terdapat sebuah kota yang sangat padat penduduknya. Pemerintahan disana menganut paham Demokrasi. San Ricardo adalah nama kota itu. Termasuk kota industri karena sebagian besar penduduknya adalah buruh dan sisanya kaum bangsawan.
kau bilang yang mengantung itu awan
kau bilang yang mengawang kelam
hitam itu yang awan, hitam itu selalu
jeritan teredam.
Tapi selalu yang di baliknya elang…
ya, elang , tapi bukan hitam
dengan hatinya, yang kau tahu,
yang tak pernah kau jumpa
‘‘Kisah singkat ini aku dedikasikan untuk seorang teman, sahabat, yang akan meninggalkan Bali untuk melanjutkan studi menggapai cita-citanya di Surabaya, Dani…’’
Posted in Puisi on Juli 14th, 2007 No Comments »
Terkadang harapan melayang begitu tinggi
Terkadang impian mengalir begitu deras
Terkadang cita-cita melesat begitu jauh
Hingga akhirnya kenyataan seolah semu
Namun saat kesadaran kembali
Di depan mata hanyalah realita
Yang jauh dari harapan, impian, atau cita-cita
Dan kecewa pun hampir sirnakan asa
Posted in Cerpen, Puisi on Juli 14th, 2007 No Comments »
Potret eksotik jingga remang-remang surya perlahan pergi. Siluet dua insan diantara desiran ombak yang menyapu pantai. Adalah Ning yang sedang terpaku diam di sudut Taman Menteng sore itu. Memasuki masa lalunya kembali diantara hiruk pikuk orang lalu lalang, seakan mengacuhkannya dan merasa dunianya hanya ada dia dan secarik potret yang sedang dipandanginya. Ketika dirinya berada dalam topografi alam bawah sadar, semua seperti nyata kembali.